Meskipun Gran Turismo 7 (GT7) yang dikembangkan Polyphony Digital telah dirilis hampir empat tahun lalu, performa gim simulasi balap ini justru menunjukkan tren yang semakin menguat. Kazunori Yamauchi, kreator seri sekaligus pendiri studio, mengungkapkan bahwa GT7 saat ini berada dalam kondisi terbaik dibandingkan dengan seluruh judul dalam sejarah waralaba tersebut.
Fenomena pertumbuhan basis pemain yang konsisten setelah bertahun-tahun rilis ini diakui sebagai sesuatu yang belum pernah dialami sebelumnya, baik oleh pihak pengembang maupun oleh PlayStation sendiri. Kemungkinan besar karena belakangan ini, pengembang gim tersebut meluncurkan cukup banyak fitur yang telah diminta hadir oleh para penggemarnya.
Dalam wawancara di ajang Gran Turismo World Series 2025 World Finals di Fukuoka, Jepang, Yamauchi mengungkap statistik yang mengesankan bagi sebuah gim berumur empat tahun. GT7 secara rutin dimainkan oleh lebih dari dua juta pemain setiap bulannya, dan angka pengguna baru terus mengalami peningkatan.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa strategi live service yang diterapkan Polyphony Digital melalui berbagai pembaruan konten secara berkala berhasil menjaga antusiasme komunitas balap virtual tetap tinggi dan relevan di tengah persaingan gim modern.
Update Spec III: Ekspansi Konten Besar-besaran di Akhir 2025
Keberhasilan mempertahankan jutaan pemain ini didukung oleh peluncuran pembaruan besar bertajuk Spec III (Update 1.65) pada 4 Desember 2025. Dalam pembaruan tersebut, pengembang memperkenalkan delapan unit mobil baru yang mencakup kendaraan ikonik seperti Ferrari 296 GT3 ’23 hingga Renault Espace F1 ’95. Selain penambahan armada, dua sirkuit balap legendaris yaitu Yas Marina Circuit dan Circuit Gilles-Villeneuve juga resmi hadir untuk memberikan tantangan baru bagi para Proxy kemudi di seluruh dunia.
Salah satu fitur paling inovatif yang diperkenalkan dalam pembaruan Spec III adalah fitur Data Logger. Fitur ini memungkinkan pemain untuk memuat data dari percobaan sebelumnya atau rekaman balapan untuk dibandingkan secara langsung. Pemain dapat melihat parameter teknis seperti jalur balap (racing lines), input gas dan rem, kecepatan, hingga RPM mesin secara real-time. Kehadiran alat analisis ini mempertegas posisi GT7 sebagai simulator balap yang serius, membantu pemain mengasah kemampuan berkendara mereka dengan data yang akurat.
Dilansir dari laman Wccftech (23/12), bersamaan dengan Spec III, pemain juga dapat mengakses DLC premium bertajuk Power Pack seharga USD29,99 atau sekitar Rp503 ribu-an. Paket ini menawarkan konten tambahan yang sangat masif, termasuk 50 balapan baru di 20 kategori bertema, seperti balapan ketahanan 24 jam.
Selain itu, paket ini menghadirkan enam mobil unik yang telah dimodifikasi khusus oleh tim Gran Turismo serta tantangan duel tail-to-nose melawan AI tercanggih, Gran Turismo Sophy 3.0. Sebagai bonus tambahan, pembeli paket ini juga akan mendapatkan 5.000.000 Credits dalam gim.
Namun, di tengah kesuksesan statistiknya, Gran Turismo 7 masih memiliki beberapa catatan kritis dari sisi komunitas dan pengulas. Sistem mikrotransaksi yang dinilai agresif tetap menjadi keluhan utama yang memengaruhi skor ulasan di berbagai media internasional. Selain itu, hingga akhir tahun 2025, belum ada kepastian mengenai versi PC meskipun banyak eksklusif PlayStation lainnya telah mendapatkan porting. Meskipun Yamauchi pernah menyatakan kemungkinan tersebut "tidak nol", hingga kini belum ada perkembangan aktif yang dilaporkan mengenai kehadiran GT7 di luar konsol.
Meskipun masih terbatas pada platform konsol, stabilitas jumlah pemain aktif bulanan yang mencapai jutaan orang menunjukkan bahwa GT7 memiliki ekosistem yang sangat sehat. Dengan dukungan teknologi AI Sophy yang terus berkembang dan pembaruan konten yang rutin, gim ini diproyeksikan akan tetap menjadi raja di genre simulasi balap hingga beberapa tahun ke depan.
Para penggemar kini menantikan langkah selanjutnya dari Polyphony Digital dalam menghadirkan inovasi teknologi yang lebih mendalam untuk menyambut kompetisi balap virtual di tahun 2026.



