Formula 1 resmi menerapkan teknologi Lenovo Neptune Liquid Cooling untuk mendongkrak performa komputasi sekaligus menekan konsumsi energi di pusat datanya.
Kenapa ini Penting?
Salah satu ambisi yang dimiliki oleh F1 adalah untuk mencapai Net Zero pada 2030. Olahraga ini memang sering kali menghadapi dilema, dimana kebutuhan data dan AI yang meroket tapi di hal ini mengakibatkan meningkatnya konsumsi daya yang sangat tinggi.
Faktanya, F1 bukan sekadar balapan mobil, melainkan operasi data masif. Berikut ini beberapa contoh bukti yang ada di lapangan :
- Sekitar 600 TB data ditransmisikan setiap pekan balapan.
- Data mencakup telemetri mobil, komunikasi radio, hingga siaran langsung untuk 1,6 miliar penonton.
- F1 mengoperasikan lebih dari 180 sistem perangkat lunak dengan 4 juta baris kode.
Jadi, bagaimana cara mereka mencapai target Net Zero? Mereka menggandeng Lenovo yang memiliki teknologi Neptune. Berbeda dengan pendingin udara tradisional, sistem Neptune menggunakan air hangat untuk menyerap panas langsung dari prosesor di server Lenovo ThinkSystem.
"Teknologi ini memungkinkan F1 memperluas skala sistem penyiarannya sambil tetap memenuhi persyaratan efisiensi dan keberlanjutan," ujar Dr. Tolga Kurtoglu, CTO Lenovo.
- Efisiensi : Meningkatkan efisiensi energi hingga 40%.
- Kapasitas : Memungkinkan beban kerja AI yang lebih berat tanpa menambah beban infrastruktur fisik secara signifikan.
- Lokasi: Teknologi ini diterapkan di Media & Technology Centre (M&TC) di Biggin Hill, Inggris.
Angka Berbicara
- 600+ : Jumlah karyawan F1 yang menggunakan perangkat AI Lenovo (laptop, workstation, smartphone).
- 2030 : Target tahun F1 untuk mencapai emisi nol bersih.
- 100% : Integrasi mulus dengan pusat data pendingin udara yang sudah ada.
Pax Insight
Investasi ini menunjukkan bahwa masa depan siaran olahraga sangat bergantung pada High Performance Computing (HPC). Dengan memindahkan pemrosesan data ke pusat (M&TC), F1 dapat mengurangi beban logistik di sirkuit namun membutuhkan kestabilan termal yang jauh lebih kuat di markas pusat.
Penerapan teknologi ini tampaknya akan diadopsi secara bertahap. Fokus jangka pendeknya adalah memastikan infrastruktur HPC mampu menangani gelombang inovasi AI berikutnya dalam produksi siaran langsung tanpa melampaui batas jejak karbon yang ditetapkan.



