Hibura
Rabu, 18 Maret 2026 11:29 WIB

Epic bawa kembali Fortnite ke Google Play Store global

Epic Games mengembalikan Fortnite ke Google Play mulai 19 Maret 2026, tandai perubahan kebijakan dan konflik lama usai.

Epic Games memastikan Fortnite akan kembali ke Google Play Store secara global mulai 19 Maret 2026. Momentum ini bertepatan dengan peluncuran season terbaru, sehingga pemain Android bisa langsung mengunduh dan bermain tanpa perlu instalasi dari luar platform resmi.

Kenapa ini penting?

Kembalinya Fortnite menandai berakhirnya konflik panjang antara developer dan platform distribusi digital. Ini juga menjadi sinyal bahwa model bisnis app store mulai berubah, dengan tekanan terhadap kebijakan komisi yang semakin besar.

Konflik & kesepakatan baru 

Bermula sejak 2020, terjadi perseteruan antara Epic dengan Google dan ini berkembang jadi salah satu kasus terbesar di industri. Dimana, kasus ini membuka diskusi besar soal dominasi dan monetisasi digital. 

Poin utama konfliknya, meliputi:

  • Fortnite dihapus dari Play Store karena Epic menghindari potongan 30%
  • Konflik serupa terjadi dengan Apple di App Store
  • Gugatan hukum memicu perubahan kebijakan di beberapa wilayah seperti AS dan Uni Eropa
  • Fortnite sempat kembali ke App Store di EU (2024) dan AS (2025)

Hingga akhirnya kedua industri mencapai titik temu, dengan hadirnya beberapa perubahan dan menjadi faktor utama kembalinya Fortnite ke Android:

  • Komisi in-app purchase diturunkan menjadi sekitar 10–20%
  • CEO Epic, Tim Sweeney, mengonfirmasi kembalinya Fortnite ke Play Store
  • Hubungan developer dan platform menjadi lebih fleksibel

Update game 

Selain kembali ke Play Store, Fortnite juga membawa sejumlah pembaruan. Update ini hadir bersamaan dengan season terbaru yang dirilis pada waktu yang sama.

  • Harga mata uang dalam game V-Bucks mengalami kenaikan
  • Mode Save the World akan menjadi free-to-play mulai April

Pax Insight 

Tekanan dari developer besar seperti Epic Games mendorong platform seperti Google untuk lebih fleksibel dalam kebijakan monetisasi. Ke depan, model distribusi digital kemungkinan akan semakin terbuka, memberi lebih banyak pilihan bagi developer maupun pengguna.