Hibura
Jumat, 23 Januari 2026 13:05 WIB

Bikin playlist sesuai mood dari Spotify Prompted Playlist

Dengerin musik sesuai mood pakai Prompted Playlist Spotify gak bikin terasa “ditebak-tebak”.

Spotify bikin cara denger musik jadi lebih personal. Lewat fitur baru bernama Prompted Playlist, pengguna Premium kini bisa membuat playlist hanya dengan mengetik suasana hati, aktivitas, atau vibe musik yang diinginkan. 

Algoritma Spotify kemudian menyusun daftar lagu berdasarkan riwayat mendengarkan dan tren musik terbaru. Fitur ini sedang diperluas ke lebih banyak pasar setelah uji coba awalnya mendapat respons positif.

Kenapa ini penting?

Selama ini, rekomendasi musik dari playlist sering terasa “ditebak-tebak” oleh algoritma. Kadang sesuai, kadang meleset. Dengan Prompted Playlist, Spotify memberi pengguna kendali langsung untuk mengarahkan rekomendasi sendiri. Jadi bukan cuma menerima saran, tapi ikut menentukan arah selera musik sendiri. 

Apa saja yang bisa dilakukan?

Fitur Prompted Playlist pertama kali diuji pada Desember 2025 untuk pengguna Premium di Selandia Baru. Kini versi beta-nya sudah diperluas ke Amerika Serikat dan Kanada. Beberapa kemampuan utamanya:

  • Membuat playlist dari deskripsi teks bebas.
  • Meminta genre atau suasana tertentu.
  • Mengecualikan artis yang terlalu sering diputar.
  • Menemukan lagu baru dari musisi yang sedang naik daun.
  • Melihat alasan kenapa setiap lagu dipilih.
  • Mengatur playlist agar diperbarui otomatis.
  • Berbagi playlist dengan teman (hasil tetap menyesuaikan selera masing-masing)

Aksesnya juga simpel. Cukup buka menu Create di aplikasi Spotify, ketik prompt, lalu sistem langsung menyusun playlist-nya.

Lebih personal, lebih fleksibel

Spotify memanfaatkan histori mendengarkan pengguna sejak akun dibuat untuk memastikan hasil terasa akrab di telinga. Selain itu, pengguna memiliki kebebasan untuk mengubah prompt kapan saja dan membuat prompt baru sesuai keinginan mereka. Spotify menawarkan saran dari editor musik dan pakar budaya untuk membantu pengguna mengeksplorasi.

Selama masa beta, Spotify masih menerapkan batas penggunaan tertentu sambil menyempurnakan akurasi fitur ini.

Pax Insight

Prompted Playlist membuat pengalaman mencari musik terasa lebih interaktif, seperti ngobrol langsung dengan algoritma. Fitur ini berpotensi besar di Indonesia karena budaya mendengarkan musik sangat dekat dengan aktivitas harian, dari perjalanan, kerja, hingga bersantai. 

Jika akurasinya konsisten dan fitur ini bisa segera hadir di Indonesia, Prompted Playlist bisa bikin pengalaman mencari lagu baru terasa lebih cepat, personal, dan tidak lagi bergantung pada tren viral semata.