Hibura
Selasa, 7 April 2026 12:03 WIB

Apple ajukan banding, gugat balik Epic Games

Setelah berdamai dengan Google, Epic Games kini harus pusing oleh Apple. Perusahaan tersebut ajukan banding soal keputusan MA AS.

Perjalanan bisnis dan hukum Epic Games sedang berada di persimpangan yang tajam. Di satu sisi, pertarungan sengit mereka dengan Apple kembali berlanjut hingga ke Mahkamah Agung AS. Di sisi lain, mereka akhirnya "gencatan senjata" dengan Google, namun harus menelan pil pahit setelah harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat realitas kondisi pasar.

Kembali digugat Apple

Sengketa berkelanjutan ini adalah penentu masa depan dominasi dan komisi toko aplikasi seluler global. Namun, keberhasilan Epic mendobrak monopoli raksasa Silicon Valley ternyata tidak serta-merta mengamankan kondisi finansial mereka. Efisiensi besar-besaran membuktikan bahwa stabilitas industri gim saat ini sedang sangat rentan.

Apa saja detail dari gugatan bali Appke ke Epic Games?

Banding Apple ke Mahkamah Agung

Apple memohon Mahkamah Agung untuk meninjau kembali putusan pengadilan tingkat bawah yang membatasi kemampuan mereka untuk menarik komisi, dimana sering dikritik Epic sebagai "biaya siluman" dari pembelian yang menggunakan sistem pembayaran pihak ketiga di luar App Store.

Sebelumnya pada Januari 2024, Mahkamah Agung sempat menolak permohonan Apple terkait izin pembayaran pihak ketiga tersebut. Namun kali ini, fokus Apple lebih spesifik pada batas besaran tarif komisi yang boleh mereka bebankan.

Perdamaian dengan Google & "Gembok Mulut" Tim Sweeney

Epic dan Google resmi menyepakati perdamaian pada awal Maret 2026. Hal ini membuka jalan bagi Fortnite untuk akhirnya kembali secara global ke Google Play Store pada pertengahan bulan lalu. Terdapat klausul unik dalam kesepakatan tersebut, yakni CEO Epic Games yang vokal, Tim Sweeney, secara hukum telah menandatangani larangan yang membungkamnya dari mengkritik atau menyerang kebijakan distribusi dan biaya toko aplikasi Google hingga setidaknya tahun 2032.

Realitas Pahit: PHK Lebih dari 1.000 Karyawan

Terlepas dari kemenangan hukumnya, Epic Games dihantam masalah finansial. Pada akhir Maret kemarin, perusahaan merumahkan lebih dari 1.000 karyawannya (sekitar 20% dari total tenaga kerja). CEO Tim Sweeney menegaskan bahwa PHK ini sama sekali tidak berkaitan dengan adopsi AI, melainkan murni karena penurunan tingkat interaksi Fortnite dan membengkaknya biaya operasional, yang memaksa perusahaan mengambil langkah ekstrem agar tetap bisa beroperasi.

Pax insight

Epic Games telah berhasil mengubah lanskap kebijakan toko aplikasi raksasa secara permanen. Namun, beban dari perang hukum bertahun-tahun serta pergeseran tren hiburan konsumen memaksa mereka untuk melakukan konsolidasi internal yang menyakitkan demi bertahan di masa depan.