Disney meluncurkan antarmuka yang didesain ulang untuk Disney+ kepada lebih banyak pengguna di AS, sebagaimana dilansir dari Engadget. Desain ulang ini menyelaraskan layanan streaming dengan pendekatan Netflix yang berani dan mengutamakan seni, dan menyusul kenaikan harga untuk kedua tingkatan Disney+ yang diperkenalkan perusahaan tersebut pada bulan Oktober.
Perubahan terbesar pada Disney+ yang baru adalah penambahan bilah navigasi horizontal dengan tab terpisah untuk rekomendasi (For You), Disney+, Hulu, dan ESPN. Disney mengandalkan algoritma baru yang memanfaatkan riwayat tontonan pengguna dengan lebih baik untuk membuat rekomendasi, dan kini juga mengintegrasikan streaming TV langsung melalui tab khusus di menu vertikal.
Di luar AS, antarmuka baru ini juga dipadukan dengan perubahan merek layanan streaming Disney Star menjadi Hulu, salah satunya di Indonesia.
Antarmuka baru ini merupakan langkah terbaru dalam rencana Disney untuk menggabungkan Hulu sepenuhnya ke dalam Disney+ pada tahun 2026. Hulu memiliki tab khusus di aplikasinya, tetapi pada akhirnya hanya akan menjadi salah satu dari sekian banyak sumber konten yang dikumpulkan Disney+.
Sementara itu, komponen siaran langsung Hulu + Live TV pada akhirnya akan digabungkan dengan Fubo, menciptakan pesaing YouTube TV yang lebih besar dengan 70 persen saham yang dimiliki Disney. Persaingan yang semakin ketat antara Google dan Disney dapat menjadi salah satu dari beberapa alasan mengapa perusahaan tersebut belum menyelesaikan sengketa penayangan yang saat ini memblokir saluran seperti ABC dan ESPN di YouTube TV.



