Gawai
Jumat, 2 Januari 2026 10:04 WIB

Xbox dan PlayStation generas selanjutnya gagal hadir di 2028

Lonjakan harga RAM akibat permintaan AI memaksa Sony dan Microsoft pertimbangkan tunda rilis PS6 & Xbox hingga setelah 2028 demi harga aman.

Rencana peluncuran konsol game generasi berikutnya dari Sony dan Microsoft, yang semula diprediksi akan hadir pada rentang tahun 2027 hingga 2028, kini tengah menghadapi ketidakpastian besar. Berdasarkan laporan terbaru dari Insider Gaming, lonjakan harga dan kelangkaan pasokan memori (RAM) yang sangat ekstrem memaksa kedua raksasa teknologi tersebut untuk mengevaluasi ulang jadwal peluncuran perangkat keras mereka.

Krisis ini dipicu oleh perebutan pasokan cip antara produsen perangkat hiburan dengan sektor kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang pesat. Situasi ini menciptakan dilema bagi produsen: tetap meluncurkan produk tepat waktu dengan harga yang sangat mahal, atau menunda rilis hingga kondisi pasar memori kembali stabil.

Penyebab utama dari meroketnya harga komponen memori adalah "AI Supercycle" yang menyedot sebagian besar kapasitas produksi global. Pusat data dan infrastruktur AI memerlukan jumlah DRAM serta HBM (High Bandwidth Memory) dalam volume yang sangat masif, sehingga produsen memori seperti Samsung dan SK hynix memprioritaskan pesanan dari sektor tersebut yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.

Akibatnya, kapasitas produksi untuk memori kelas konsumen, termasuk GDDR7 yang diprediksi akan menjadi standar bagi PS6 dan Xbox generasi baru, menjadi sangat terbatas. Keterbatasan ini memicu kenaikan harga kontrak yang diprediksi akan terus berlangsung setidaknya hingga akhir tahun 2026 atau bahkan melampaui 2027.

Dilema Biaya Produksi dan Harga Jual Konsumen

Bagi Sony dan Microsoft, biaya memori kini mencakup porsi yang semakin besar dalam daftar biaya material (Bill of Materials) perangkat keras mereka. Analisis pasar menunjukkan bahwa pada tahun 2026, biaya memori dapat menyumbang hingga lebih dari 35 persen dari total biaya produksi sebuah konsol flagship.

Jika kedua perusahaan tetap memaksakan peluncuran di tengah krisis ini, harga ritel PS6 dan Xbox terbaru diprediksi akan jauh melampaui ekspektasi konsumen, bahkan mungkin menyentuh angka yang tidak masuk akal bagi pasar massal. Hal ini sangat berisiko mengingat pasar konsol sangat sensitif terhadap harga, dan banderol yang terlalu tinggi dapat menghambat adopsi perangkat di tahun-tahun awal perilisannya.

Penundaan peluncuran konsol generasi baru secara otomatis akan memperpanjang masa hidup atau siklus hidup dari PlayStation 5 dan Xbox Series X/S. Strategi ini sebenarnya sudah mulai terlihat dengan rencana peluncuran PS5 Pro yang diposisikan sebagai "jembatan" performa sebelum benar-benar beralih ke generasi berikutnya.

Dengan memaksimalkan potensi perangkat keras yang ada saat ini, pengembang gim diberikan waktu lebih banyak untuk melakukan optimasi pada mesin yang sudah mapan. Namun, sisi negatifnya adalah para gamer harus menunggu lebih lama untuk merasakan lompatan teknologi yang revolusioner, seperti integrasi AI yang lebih mendalam dan performa grafis yang jauh lebih nyata.

Selain itu, seperti dilansir dari laman Digital Trends (2/1), satu-satunya faktor yang dapat mempercepat jadwal rilis konsol next-gen adalah kecepatan produsen memori dalam memperluas infrastruktur mereka. Ada harapan bahwa penambahan jalur produksi baru oleh raksasa semikonduktor dapat meredam lonjakan harga lebih cepat dari yang dikhawatirkan semula.

Namun, para ahli industri memperingatkan bahwa membangun pabrik fabrikasi baru membutuhkan waktu bertahun-tahun dan investasi miliaran dolar. Oleh karena itu, jeda waktu antara tahun 2026 hingga 2028 akan menjadi periode kritis bagi Sony dan Microsoft untuk mengamati apakah pasokan RAM mulai membanjiri pasar kembali atau justru tetap langka karena kebutuhan AI yang tidak kunjung surut.

Ketidakpastian jadwal rilis perangkat keras ini juga memberikan efek domino pada studio pengembangan gim di seluruh dunia. Banyak pengembang besar yang sudah mulai merencanakan judul-judul ambisius untuk PS6 dan Xbox generasi baru kini harus bersiap dengan skema "cross-gen" yang lebih panjang. Mereka dituntut untuk tetap memastikan gim terbaru mereka dapat berjalan dengan baik di konsol saat ini, sambil tetap menyiapkan aset visual berkualitas tinggi untuk masa depan. Kondisi ini dapat menghambat kreativitas jika pengembang merasa terbatasi oleh spesifikasi perangkat keras lama, namun di sisi lain, hal ini memastikan basis pengguna yang lebih luas bagi gim-gim yang mereka rilis.

Pax Insight

Pada akhirnya, para gamer harus bersiap dengan skenario di mana PS6 dan Xbox generasi baru mungkin baru akan benar-benar tersedia secara luas pada tahun 2029. Meskipun kabar ini mengecewakan bagi mereka yang mendambakan pembaruan teknologi, penundaan ini dianggap sebagai langkah yang lebih bijaksana daripada merilis produk yang tidak terjangkau secara finansial.

Sambil menunggu kepastian, industri kemungkinan akan lebih fokus pada layanan berbasis cloud gaming dan pembaruan perangkat lunak untuk menjaga keterlibatan pengguna. Masa depan konsol game kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kecanggihan desain internalnya, tetapi juga oleh stabilitas rantai pasok komponen global yang semakin kompleks.