Gawai
Selasa, 14 Juli 2026 19:02 WIB

WhatsApp siapkan cloud backup sendiri, pakai enkripsi bawaan

WhatsApp sedang mengembangkan layanan backup cloud sendiri untuk iPhone dan Android, dengan fitur enkripsi end-to-end bawaan.
WhatsApp hadirkan fitur Obrolan Incognito untuk percakapan dengan Meta AI yang lebih privat.

WhatsApp dilaporkan sedang mengerjakan opsi backup cloud baru yang bisa mengurangi ketergantungan pengguna iPhone pada iCloud. Fitur ini akan memungkinkan pengguna menyimpan backup chat di server WhatsApp sendiri, bukan di iCloud, dengan perlindungan enkripsi end-to-end secara default.

Menurut WABetaInfo, fitur ini ditemukan di WhatsApp beta untuk iOS versi 26.28.10.16 melalui TestFlight, tapi belum tersedia untuk beta tester dan masih dalam tahap pengembangan. Fitur serupa juga sedang dikembangkan untuk pengguna Android sebagai alternatif dari Google Drive. 

Kenapa ini penting? 

Informasi ini jelas menjawab kebutuhan para pengguna WhatsApp di iPhone. Sebab, Apple hanya memberikan kapasitas 5GB untuk layanan iCloud gratis, dan memori itu harus dibagi antara foto, file, backup perangkat dan aplikasi lain. 

Padahal, backup WhatsApp sendiri di iPhone bisa memakan sekitar 2 hingga 5GB, karena tidak hanya berisi pesan teks, tapi juga foto dan video. 

Untuk itu, backup WhatsApp di iCloud besar kemungkinan akan menghabiskan jatah gratis dan akhirnya banyak yang terpaksa membayar langganan iCloud untuk mendapatkan kapasitas lebih besar. 

Menjawab kebutuhan tersebut, WhatsApp disebut akan menyediakan kapasitas penyimpanan 2GB secara gratis untuk melakukan backup chat di server mereka. Nantinya, pengguna iPhone tinggal memilih opsi saat melakukan backup chat, di iCloud atau server WhatsApp. 

Menariknya, untuk pengguna yang kapasitas backup-nya melebih 2GB, WhatsApp dilaporkan juga sedang menjajaki opsi memori berbayar. Jadi, ada pilihan 50GB atau 1TB dengan harga mulai dari USD 0,99 per bulan (sekitar Rp 16.200). 

Fitur enskripsi end-to-end 

WhatsApp memang telah menerapkan enkripsi end-to-end untuk percakapan yang dilakukan di platform mereka. Namun, backup di iCloud tidak otomatis terenkripsi end-to-end, sehingga harus diaktifkan secara manual. 

Sementara dengan layanan dari server WhatsApp, platform asal Meta itu akan menawarkan layanan backup yang sudah dilindungi enkrispi end-to-end yang aktif sejak awal. Jadi, pengguna tak perlu mengaturnya lebih dulu. 

Nantinya, WhatsApp diperkirakan akan menawarkan beberapa opsi untuk mengamankan backup terenkripsi dengan beberapa metode di antaranya: 

  • Passkey: Tersimpan di password manager perangkat. 
  • Password: Kata kunci yang dibuat sendiri. 
  • Kunci enkripsi 64-digit: Untuk pengguna yang menginginkan kontrol penuh. 

Kendati demikian, informasi soal kapan fitur ini akan rilis untuk publik belum diketahui, mengingat WhatsApp masih melakukan uji coba internal lebih dulu. 

Pax insight

Langkah WhatsApp menawarkan layanan backup cloud sendiri merupakan strategi yang menarik. Dengan cara ini, aplikasi chatting itu kemungkinan sedang mengurangi ketergantungan pada platform lain untuk fungsi penyimpanan data penggunanya. 

Selama backup bergantung pada iCloud atau Google Drive, WhatsApp jelas tidak punya kontrol atas pengalaman pengguna mereka. Terlebih, jika ada perubahan yang terjadi pada dua penyimpanan cloud tersebut, WhatsApp tak bisa berbuat apa-apa. 

Selain itu, dengan menawarkan kemampuan enkripsi end-to-end secara bawaan, WhatsApp ingin menunjukkan kalau fungsi backup mereka lebih aman, ketimbang mencadangkannya di platform seperti Google Drive atau iCloud. 

Di sisi lain, langkah ini bisa jadi strategi bisnis baru bagi WhatsApp untuk mendapatkan pemasukan, mengingat ada opsi berbayar bagi pengguna yang menginginkan kapasitas lebih besar.

Karenanya, menarik untuk menunggu sampai fitur ini akan benar-benar dirilis bagi pengguna. Mengingat masih dalam pengembangan, tak tertutup kemungkinan pula, ada perubahan yang dilakukan sebelum fitur ini tersedia bagi publik.