Gawai
Selasa, 12 Mei 2026 12:04 WIB

WhatsApp Plus sambangi iOS, bisa pin 20 chat dan kustom tema

Layanan berlangganan WhatsApp Plus kini hadir bagi pengguna iPhone (iOS) dengan fitur pin hingga 20 chat dan kustomisasi tema khusus.

Setelah sempat muncul di versi beta Android bulan lalu, layanan berlangganan WhatsApp Plus kini mulai digulirkan secara bertahap bagi pengguna iOS (iPhone).

Layanan ini menawarkan paket fitur tambahan bagi pengguna yang menginginkan personalisasi lebih beragama, serta fungsi produktivitas tambahan di luar fungsi dasar yang tetap tersedia secara gratis. 

Apa yang menarik? 

Kehadiran paket langganan ini merupakan langkah signifikan Meta mulai melakukan monetisasi aplikasi chatting miliknya langsung ke pengguna individu. 

Fitur yang paling diunggulkan adalah kemampuan menyematkan (pin) hingga 20 percakapan, jauh melampaui batas standar yang hanya berjumlah tiga percakapan. 

Kemampuan ini jelas jadi pilihan menarik bagi pengguna yang memiliki intensitas komunikasi tinggi. Sebab, mereka bisa mengontrol percakapan dengan lebih rapih dan mudah. 

Fitur utama WhatsApp Plus

  • Kustomisasi: Pelanggan WhatsApp Plus bisa memilih ikon aplikasi kustom, tema aplikasi yang berbeda, serta nada dering premium. 
  • Fitur Lists yang ditingkatkan: Pelanggan bisa mengelola banyak obrolan sekaligus lewat fitur Lists: Misalnya, menerapkan satu tema atau nada dering yang sama untuk seluruh anggota dalam daftar 'Rekan Kerja'. 
  • Stiker premium: Tersedia pula stiker dengan efek animasi overlay khusus. Meski hanya pelanggan berbayar yang bisa mengirimkannya, pengguan gratis tetap bisa melihat stiker tersebut. 
  • Harga: Di wilayah Eropa, layanan ini dibanderol dengan harga 2,49 euro per bulan (sekitar Rp 51 ribu). 

Pax insight

Peluncuran ini adalah penanda bahwa WhatsApp mulai bertransformasi menjadi platform yang lebih personal dan produktif, bukan sekadar aplikasi chatting

Meskipun baru diluncurkan secara bertahap untuk pengguna iOS di Eropa, menarik untuk menunggu apakah fitur ini akan hadir untuk pengguna di wilayah lain, termasuk di Indonesia.