Gawai
Rabu, 3 Desember 2025 12:03 WIB

Waktu tunggu pengiriman iPhone 17 Series meningkat dibanding tahun lalu

iPhone 17 mencatat waktu tunggu rata-rata 6 hari (vs 4 hari iPhone 16 tahun lalu), menunjukkan permintaan yang lebih tinggi. Model iPhone 17 dasar menjadi pendorong utama demand di AS, sementara di China, penjualan iPhone melonjak 37% di bulan Oktober.

Lini iPhone 17 menunjukkan performa penjualan yang lebih kuat selama minggu Black Friday dibandingkan dengan seri iPhone 16 pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini terungkap melalui iPhone 17 Availability Tracker yang telah lama dirilis oleh JPMorgan.

Data terbaru menunjukkan bahwa waktu tunggu untuk seluruh lini iPhone 17 rata-rata memanjang sekitar 6 hari year-over-year, jauh lebih lama dibandingkan hanya 4 hari untuk iPhone 16 tahun lalu. Ini mengindikasikan adanya lingkungan permintaan yang jauh lebih baik saat ini.

Secara mingguan (week-over-week), waktu tunggu untuk seluruh lini iPhone 17 meningkat sebesar 1 hari. JPMorgan menyebutkan bahwa kenaikan ini sebagian besar "sejalan dengan musiman" untuk periode ini, yang didorong oleh peningkatan permintaan konsumen terkait Black Friday. Meskipun peningkatan ini terduga, angka waktu tunggu yang lebih panjang secara year-over-year tetap menyoroti tingginya permintaan pasar terhadap flagship terbaru Apple.

Bintang Utama: Base iPhone 17 Ngalahin Stok, Waktu Tunggu Dua Digit

Model iPhone 17 dasar menjadi pendorong utama lonjakan permintaan yang tinggi ini. Yang paling kritis, lead times untuk iPhone 17 dasar masih berkutat di kisaran dua digit hari. Angka ini mengisyaratkan bahwa upaya Apple untuk meningkatkan pasokan masih gagal mengimbangi permintaan yang datang, terutama untuk model yang sangat populer ini. Kenaikan lead times juga terjadi pada model lain, yaitu iPhone Air dan iPhone 17 Pro (naik 2 hari), serta iPhone 17 Pro Max (naik 1 hari).

Lonjakan permintaan iPhone 17 bukan hanya fenomena AS. Laporan dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa iPhone menyumbang seperempat dari semua smartphone yang terjual di Tiongkok selama bulan Oktober. Ini adalah pencapaian besar yang hanya berhasil dicapai Apple sekali sebelumnya, yaitu pada tahun 2022. Total penjualan smartphone di Tiongkok meningkat 8% year-over-year di bulan Oktober, dan kenaikan ini sebagian besar didorong oleh lonjakan 37% year-over-year dalam penjualan iPhone Apple.

Fokus Demand Tiongkok : 80% Penjualan Tertuju ke Lini iPhone 17

Analisis Counterpoint Research menunjukkan bahwa dari lonjakan penjualan iPhone di China, 80% dari penjualan tersebut terkonsentrasi pada lini iPhone 17 yang baru. Data ini memperkuat temuan JPMorgan bahwa demand untuk lineup terbaru Apple ini sangat kuat di pasar global, baik di Barat maupun di pasar Asia yang sensitif harga seperti China. Hype iPhone 17 benar-benar global.

Selain performa iPhone 17 yang luar biasa, laporan Counterpoint Research lainnya memproyeksikan bahwa untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, Apple kemungkinan besar akan merebut tahta sebagai raja pasar smartphone global, meninggalkan Samsung di posisi runner-up. Ini adalah pencapaian monumental yang menandai pergeseran dominasi di pasar handphone dunia.

Proyeksi Pertumbuhan Double Digit: Pangsa Pasar Apple Tembus 19,4%

Secara spesifik, Apple diperkirakan akan menutup tahun ini dengan pertumbuhan pengiriman iPhone sebesar 10% year-over-year. Pertumbuhan ini akan membawa pangsa pasar Apple di pasar smartphone global mencapai 19,4%—sebuah angka tertinggi di antara semua OEM (Original Equipment Manufacturer) smartphone global. Demand yang didorong oleh iPhone 17 dan kinerja solid di pasar utama tampaknya akan mengukuhkan posisi Apple di puncak industri.