Industri memori sedang menghadapi 'supply shock' yang parah, dan ternyata, para distributor di rantai pasokan menemukan cara nggak terduga untuk mendongkrak margin ekstra. Taktik baru yang muncul adalah dengan 'memaksa' konsumen membeli motherboard setiap kali membeli modul RAM.
Aturan Absurd di Taiwan: Beli DDR5 Auto Wajib Beli Motherboard
Dilansir dari laman Wccftech (18/11), distributor di Taiwan kini menerapkan aturan mengejutkan: setiap pembelian modul RAM DDR5 harus disertai dengan pembelian motherboard yang kompatibel. Ini jelas mencengangkan dan nggak masuk akal di saat yang sama, karena menunjukkan betapa putus asanya kondisi pasar saat ini. Jika kamu hanya butuh satu stick RAM untuk upgrade, sekarang kamu dipaksa untuk membeli motherboard baru juga.
Langkah aneh ini kemungkinan didorong oleh keinginan distributor untuk menghabiskan tingkat inventaris motherboard lama. Industri PC sedang memasuki era CPU baru yang akan menampilkan chipset dan platform yang berbeda. Distributor tampaknya memanfaatkan tingginya permintaan konsumen terhadap memori untuk menjual paksa motherboard yang berisiko menjadi stuck inventory.
Distributor jelas mengkapitalisasi permintaan konsumen terhadap memori, menargetkan pelanggan yang memang mencari combo motherboard dan RAM. Namun, sangat absurd melihat mereka memaksa pelanggan membeli motherboard padahal pelanggan hanya butuh modul memori. Rantai pasokan ritel sekali lagi menunjukkan kegagalan mereka dalam mengatur margin secara etis saat menghadapi masa-masa sulit atau kekurangan pasokan.
Meskipun saat ini taktik ini dilaporkan baru hanya terjadi di pasar Taiwan, ada kekhawatiran bahwa strategi ini bisa diadopsi oleh vendor besar seperti ASUS, MSI, dan lainnya.Vendor mungkin melihat ini sebagai cara efektif untuk mendongkrak penjualan motherboard mereka secara keseluruhan, mencerminkan daya tarik penjualan yang lebih luas. Hal ini bisa menjadi masalah global jika tren ini menyebar.
Lonjakan Harga Gila-Gilaan: Gamer Terpaksa Nahan Upgrade
Nggak bisa dimungkiri, pasar memori telah memasuki fase 'panic buying' yang ekstrem. Baik pelanggan maupun retailer berjuang mati-matian untuk mendapatkan inventaris DRAM. Situasi ini langsung berdampak pada harga: harga memori konsumen telah meroket dalam beberapa minggu saja. Akibatnya, banyak gamer dan PC builder terpaksa menunda rencana upgrade memori mereka, menunggu harga kembali ke level yang lebih masuk akal.
Pax Insight
Fenomena forced bundle ini menurut tim Pax.id sebagai praktik bisnis yang nggak etis. Modul RAM adalah komponen vital bagi PC, dan menjadikan motherboard sebagai syarat wajib pembelian adalah eksploitasi terang-terangan terhadap kebutuhan konsumen di tengah kelangkaan.
Meskipun meingkatnya kebutuhan DRAM didorong oleh server AI, dampaknya pada pasar konsumen semakin parah oleh taktik distributor yang tidak masuk akal ini, menambah frustrasi di kalangan komunitas hardware PC.



