Gawai
Jumat, 6 Februari 2026 18:09 WIB

Valve tunda rilis Steam Machine akibat harga memori naik

Valve resmi menunda pengumuman tanggal rilis dan harga pasti untuk konsol Steam Machine serta headset Steam Frame VR.

Valve resmi menunda pengumuman tanggal rilis dan harga pasti untuk konsol Steam Machine serta headset Steam Frame VR. Keputusan ini sedikit mengecewakan, terutama setelah CEO AMD sebelumnya sempat menyatakan bahwa pengiriman perangkat berada di “jalur yang tepat” untuk awal 2026.

Kenapa ini penting: Konsumen kini harus menghadapi dua kabar buruk sekaligus, waktu tunggu yang lebih lama dan harga yang kemungkinan lebih mahal. Valve mengakui bahwa mereka harus menghitung ulang strategi harga akibat kondisi pasar komponen yang sangat tidak stabil, sebagaimana dilansir dari Engadget.

Penyebab utama: Valve secara terbuka menyalahkan ledakan industri kecerdasan buatan (AI). Permintaan besar dari sektor AI membuat pasokan chip memori dan perangkat penyimpanan global menjadi langka. Infrastruktur AI yang “rakus” menyerap sebagian besar komponen tersebut, menciptakan efek domino berupa kelangkaan dan lonjakan harga di industri PC maupun konsol.

Spesifikasi dan performa

Meski tertunda, sejumlah detail mengenai PC gaming berbentuk kubus ini mulai terungkap:

  • Performa: Ditenagai chip AMD semi-kustom, perangkat ini diklaim memiliki daya komputasi enam kali lipat dibanding Steam Deck.
  • Target: Mampu menjalankan game pada resolusi 4K dengan 60 FPS, berkat dukungan teknologi FSR.
  • Pengujian dunia nyata: Sebagian besar game diperkirakan berjalan lancar, namun judul-judul berat mungkin membutuhkan penyesuaian berupa penurunan frame rate atau penggunaan upscaling lebih agresif.
  • Fleksibel: Kabar baiknya, pengguna akan diberi akses mudah untuk meng-upgrade SSD dan RAM sendiri, sehingga perangkat tetap fleksibel untuk kebutuhan jangka panjang.

Pax insight

Valve masih berambisi untuk merilis Steam Machine pada paruh pertama 2026. Namun, mereka menolak memberikan janji spesifik hingga masalah rantai pasokan global mereda. Bagi gamer, ini berarti harus menunggu lebih lama sekaligus bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi.

Di sisi lain, langkah Valve menunjukkan betapa besar dampak industri AI terhadap pasar perangkat keras. Ketika chip memori dan penyimpanan lebih banyak dialokasikan untuk server AI, konsol dan PC gaming terpaksa menyesuaikan diri. Steam Machine tetap menjanjikan dengan performa tinggi dan desain ramah pengguna, tetapi tantangan harga dan ketersediaan komponen bisa menjadi faktor penentu keberhasilan produk ini di pasar.