Gawai
Senin, 23 Maret 2026 08:02 WIB

Teknolog jadul seperti slot microSD dan poni waterdrop akan kembali di 2026

Dikarenakan harga RAM, penyimpanan, dan prosesor yang makin tinggi, vendor smartphone akan kembali tanamkan teknologi jadul seperti slot microSD dan poni waterdrop di 2026.

Laporan terbaru dari pembocor ternama Digital Chat Station di Weibo mengindikasikan bahwa beberapa produsen smartphone mulai mempertimbangkan untuk menggunakan kembali perangkat keras "jadul". Di tengah tren layar tanpa bingkai dan material premium, fitur seperti waterdrop notch dan bingkai plastik diprediksi akan muncul kembali di perangkat generasi selanjutnya.

Mencari cara untuk memotong biaya produksi

Industri smartphone sedang terjepit oleh lonjakan biaya komponen global, terutama pada sektor memori, penyimpanan, dan prosesor. Untuk menjaga agar harga jual tetap kompetitif dan terjangkau bagi konsumen yang daya belinya tidak meningkat secepat kenaikan biaya produksi, produsen memilih untuk "menurunkan derajat" spesifikasi fisik tertentu.

Apa saja tren jadul yang akan kembali di 2026?

Bocoran ini secara spesifik menyebutkan kombinasi perangkat keras yang sebelumnya mulai ditinggalkan, seperti :

  • Layar : Penggunaaan kembali panel 90Hz dengan desain poni waterdrop notch, bukan punch-hole.
  • Memori: Konfigurasi standar kembali ke 8GB RAM dengan penyimpanan 512GB.
  • Ekspansi: Kembalinya slot Hybrid SIM x microSD yang belakangan menghilang dari ponsel menengah ke atas.
  • Material dan biometrik: Penggunaan kembali bingkai plastik dan sensor sidik jari optik short-focus yang lebih murah dibanding sensor ultrasonik.

Apa yang jadi pemicu dan apa untungnya bagi pengguna?

Ada beberapa hal yang jadi pemicu kenapa vendor melukan hal tersebut, seperti :

  • Kenaikan Harga Global: Merek seperti OnePlus, Oppo, Vivo, iQOO, hingga Samsung telah menaikkan harga perangkat anggaran mereka di pasar besar seperti India dan China.
  • Strategi Bertahan: Produsen mengevaluasi ulang apa yang bisa mereka berikan secara realistis. Menggunakan desain lama membantu menekan biaya Bill of Materials (BOM).

Lalu, apa untungnya bagi pengguna? Meski terasa seperti kemunduran teknologi, kembalinya fitur-fitur ini membawa manfaat praktis yang masih banyak dicari pengguna, seperti :

  • Fleksibilitas penyimpanan: Dukungan kartu microSD sangat diapresiasi oleh pengguna yang membutuhkan ruang besar tanpa harus membayar mahal untuk varian memori internal tertinggi.
  • Harga stabil: Konsumen tetap bisa mendapatkan perangkat baru dengan harga yang masuk akal di tengah inflasi teknologi.

Pax insight

Tahun 2026 mungkin menjadi tahun di mana "fungsionalitas mengalahkan gengsi". Produsen smartphone bertaruh bahwa pengguna lebih menghargai harga yang tetap terjangkau dan penyimpanan yang fleksibel daripada desain layar terbaru yang mahal.