Gawai
Senin, 15 Desember 2025 19:02 WIB

Setelah smartphone, pasar laptop juga terganggu kelangkaan DRAM

Kelangkaan DRAM global diprediksi bikin konfigurasi 8GB RAM makin umum di notebook mid-range, Dell menarik harga 9 juta untuk upgrade ke 32GB.
Ilustrasi

Setelah pasar smartphone terdampak akibat kenaikan harga DRAM, kini giliran produsen laptop yang dihadapkan pada kendala signifikan. Laporan terbaru menyatakan bahwa konfigurasi memori 8GB akan menjadi semakin umum untuk diluncurkan oleh produsen dalam beberapa tahun kedepan.

Dalam beberapa pemberitaan, produsen sudah mulai memperhitungkan kelangkaan DRAM ini dalam strategi mereka, menyesuaikan harga produk untuk memastikan mereka dapat mempertahankan tingkat inventaris dan yang paling penting, menjaga profitabilitas.

Harga Upgrade Jadi Absurd: Dell Naikkan Harga Ratusan Dolar

Dampak langsung kelangkaan ini terasa pada harga. Perusahaan seperti Dell dilaporkan udah mulai menerapkan kenaikan harga yang mencapai 'ratusan dolar'. Diperkirakan bahwa produk dengan memori onboard yang lebih tinggi akan mencapai tingkat harga yang 'gak masuk akal'.

Bahkan saat ini, Dell sudah berani meminta tambahan USD550 atau sekitar Rp9,1 juta hanya untuk upgrade RAM dari 16GB ke 32GB untuk tipe memori LPDDR5X. Produsen kini beneran mendekati level Apple dalam hal harga upgrade RAM yang mereka tuntut.

Di sisi lain, untuk segmen notebook mid-range yang saat ini menyumbang pangsa pasar terbesar, produsen akan lebih sering menawarkan laptop dengan spesifikasi 8GB RAM. Strategi ini diadopsi untuk memastikan rantai pasokan yang konsisten di tengah pasokan DRAM yang ketat. 

Q2 2026 Jadi Titik Kritis: Fluktuasi Harga Diprediksi Lebih Agresif

Meskipun perusahaan seperti Lenovo sebelumnya berhasil menahan kenaikan harga besar-besaran karena mengandalkan inventaris DRAM yang ekstensif, kini semua perusahaan dipaksa untuk menerapkan kenaikan harga. Dilansir dari laman Wccftech (15/12), TrendForce memperkirakan bahwa fluktuasi harga akan menjadi jauh lebih agresif saat kita memasuki Q2 2026. Ini bikin prospek harga laptop di tahun depan menjadi sangat worrying bagi konsumen.

Dan tentunya situasi ini berada dalam kontradiksi langsung dengan inisiatif perusahaan teknologi besar pada umumnya. Pada tahun 2025, Microsoft menetapkan konfigurasi RAM dasar 16GB untuk PC bersertifikasi Copilot mereka. Namun, laporan terbaru mengindikasikan bahwa kita mungkin memasuki era di mana developer perlu mengoptimalkan aplikasi mereka untuk penggunaan memori yang lebih efisien, karena memiliki RAM yang lebih tinggi akan semakin sulit.

Tantangan Bagi Pengembang: Optimasi Aplikasi untuk RAM Minim Jadi Keharusan

Dengan harga hardware yang meroket dan spesifikasi RAM yang menciut di pasar mid-range, para developer kini menghadapi tantangan besar. Mereka harus mengoptimalkan aplikasi mereka agar dapat berjalan dengan baik pada RAM 8GB atau bahkan kurang, tanpa mengorbankan pengalaman user. Ini adalah pressure yang gak terhindarkan karena hardware gak bisa ngimbangin kenaikan permintaan.

Pax Insight

Secara keseluruhan, terlihat jelas bahwa pasar PC membutuhkan perubahan radikal untuk memenuhi tuntutan rantai pasokan. Baik itu dengan menerima 8GB sebagai standar baru untuk mid-range, atau dengan mencari solusi alternatif seperti penggunaan storage untuk swap file yang lebih cerdas. Tahun 2026 akan menjadi penentu bagaimana pasar PC dapat beradaptasi dengan kenyataan DRAM shortage yang gak kunjung berakhir.