Gawai
Senin, 6 April 2026 21:01 WIB

Sempat turun, ternyata harga RAM bisa kembali melambung

Perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft baru saja mengamankan kontrak dengan Samsung, harga RAM bisa kembali melambung tinggi setelah sempat turun.

Sempat muncul kabar di pasar ritel bahwa siklus industri memori akan meredup akibat peluncuran algoritma kompresi TurboQuant dari Google, yang sempat membuat harga DDR5 turun. Namun, kenyataannya berbanding terbalik. Nyatanya, para raksasa teknologi seperti Microsoft justru sedang mematangkan kontrak suplai DDR5 jangka panjang bernilai triliunan dengan SK hynix berdurasi tiga tahun.

Penurunan harga RAM hanya rumor belaka

Langkah agresif ini membuktikan bahwa permintaan cip memori tidak sedang lesu, melainkan beralih menjadi perang pasokan. Raksasa teknologi ini rela mengambil risiko kontrak panjang demi memastikan infrastruktur mereka tetap berjalan. Sayangnya, ini adalah kabar buruk bagi industri PC konsumen. Pasokan produksi masa depan yang sudah dikunci oleh hyperscaler berarti harga cip memori akan bertahan di angka yang tinggi selama beberapa tahun ke depan.

Apa saja detailnya?

  • Perpanjangan Siklus Memori: Kesediaan pemasok dan pembeli untuk mengikat diri dalam kontrak tiga tahun mengindikasikan bahwa tren tingginya permintaan memori (yang awalnya diprediksi berakhir pada 2028) akan berlangsung jauh lebih lama.
  • Memori Sebagai "Emas" Baru: Komponen memori kini menyedot lebih dari 30% total pengeluaran infrastruktur perusahaan hyperscaler. Mereka tidak lagi peduli pada potensi kerugian finansial di masa depan, asalkan pasokan DRAM mereka aman.
  • Penurunan Harga Hanya Ilusi: Turunnya harga DDR5 belakangan ini hanyalah anomali sesaat akibat kepanikan distributor. Secara makro, harga kontrak dan harga spot DRAM diproyeksikan akan kembali naik secara agresif.

Pax insight

Di lanskap teknologi saat ini, siapa yang menguasai pasokan DRAM, dialah yang menang. Bagi Anda sebagai konsumen reguler, ini menjadi sinyal kuat bahwa diskon atau penurunan harga memori PC yang terjadi belakangan ini mungkin adalah salah satu kesempatan terakhir sebelum harga kembali melambung tinggi akibat diborong oleh perusahaan raksasa.