Sebuah kabar mengejutkan datang dari panggung industri ponsel pintar Android global. Laporan eksklusif yang dirilis oleh media teknologi Smartprix mengindikasikan bahwa BBK Electronics tengah menyiapkan rencana restrukturisasi besar-besaran.
Langkah konsolidasi agresif ini dilaporkan akan menghapus secara bertahap dua antarmuka kustom dari dua perusahaan anakan mereka, yaitu OxygenOS milik OnePlus dan Realme UI milik Realme. Ke depan, seluruh ponsel baru dari kedua jenama tersebut diproyeksikan bakal bermigrasi penuh menggunakan satu sistem operasi terpadu, yaitu ColorOS buatan Oppo.
Terlalu mahal untuk riset 3 OS
Memelihara tiga tim pengembang perangkat lunak yang terpisah untuk mengelola tiga varian Android skin yang berbeda dinilai menjadi beban finansial yang terlalu berat bagi korporasi di tengah ketatnya persaingan pasar saat ini. Dengan memangkas OxygenOS dan Realme UI, perusahaan dapat memotong biaya riset dan pengembangan (R&D) secara masif.
Efisiensi modal dan tenaga kerja ini nantinya dapat dialokasikan penuh untuk mempercepat pematangan ekosistem ColorOS tunggal, terutama dalam menyuntikkan fitur-fitur kecerdasan buatan AI tingkat lanjut yang membutuhkan stabilitas sistem tingkat tinggi.
Apa saja detail bocorannya?
Pergeseran Fokus Pasar Global dan Integrasi Layanan Purnajual
Bocoran data dari informator internal industri tidak hanya menyoroti sektor perangkat lunak, melainkan juga mengungkap adanya perubahan peta strategi bisnis wilayah:
- Fokus Regional OnePlus: OnePlus dilaporkan akan mempersempit ruang gerak operasional mereka dan hanya akan memfokuskan penjualan gawai pada dua pasar raksasa utama, yaitu India dan Tiongkok. Di pasar Eropa, situs resmi OnePlus bahkan terdeteksi sudah mulai mengarahkan calon konsumen untuk membeli lini produk milik Oppo.
- Fokus Regional Realme: Sebaliknya, Realme dikabarkan bakal menarik diri secara perlahan dari pasar domestik Tiongkok demi mencurahkan seluruh sumber daya mereka untuk menguasai pasar komersial di luar Tiongkok.
- Merger Jaringan Servis: Di wilayah India, integrasi fisik bahkan sudah mulai berjalan nyata di lapangan. OnePlus dilaporkan telah melebur jaringan perbaikan dan pusat servis purnajual mereka ke dalam ekosistem servis milik Oppo, sehingga keberadaan pusat servis independen OnePlus kini menjadi semakin langka.
Reaksi Komunitas dan Kilas Balik Penyatuan Basis Kode
- Bukan Langkah yang Mengejutkan: Bagi para pengamat teknologi, tanda-tanda kematian identitas software ini sebenarnya sudah bisa dibaca sejak lama. Pada periode tahun 2021 lalu, OnePlus dan Oppo sudah sepakat untuk melebur dan berbagi basis kode kernel shared codebase yang sama antara OxygenOS dan ColorOS. Di pasar domestik Tiongkok sendiri, OnePlus bahkan sudah lama menyuntik mati sistem HydrogenOS dan menggantinya dengan ColorOS standar.
- Dampak Berbeda bagi Pengguna: Bagi para pemilik ponsel Realme, transisi menuju ColorOS diprediksi tidak akan memicu guncangan visual yang besar mengingat arsitektur Realme UI sejak awal dikembangkan sangat dekat dengan cetak biru Oppo. Namun, bagi komunitas loyal OnePlus, hilangnya nama OxygenOS menjadi pukulan yang sangat telak karena sistem operasi ini sejak dahulu dipuja sebagai standar emas Android berkat navigasinya yang bersih, ringan, minim aplikasi bawaan bloatware, serta sangat responsif.
Pax insight
Kabar konsolidasi sistem operasi di awal bulan Juli 2026 ini memperlihatkan berakhirnya era ilusi pilihan independen di bawah payung korporasi BBK Electronics. Meskipun pengumuman ini belum dikonfirmasi secara hitam di atas putih oleh pihak manajemen Oppo, OnePlus, maupun Realme, indikasi penyusutan inventaris produk di pasar Amerika Serikat dan Inggris mempertegas bahwa restrukturisasi ini sedang berjalan di balik layar. Bagi para penggemar fanatik sistem Android minimalis, bersiap menerima kehadiran ColorOS yang kaya fitur menjadi satu-satunya pilihan yang rasional jika mereka masih ingin bertahan menggunakan gawai besutan OnePlus di masa depan.



