Gawai
Jumat, 2 Januari 2026 09:02 WIB

Qualcomm tidak akan ganti strategi di 2026

Qualcomm akan rilis dua versi Snapdragon 8 Elite Gen 6. Versi Pro diprediksi tembus Rp5 juta per unit karena fabrikasi 2nm TSMC yang mahal.

Qualcomm dilaporkan akan melanjutkan strategi peluncuran chipset ganda untuk lini unggulan mereka pada tahun 2026 mendatang. Setelah sukses dengan skema Snapdragon 8 Elite Gen 5, perusahaan asal San Diego ini berencana merilis dua varian untuk generasi berikutnya, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi standar dan versi "Pro".

Langkah ini diambil untuk memberikan fleksibilitas bagi produsen ponsel pintar di tengah kondisi pasar yang semakin menantang. Varian standar diproyeksikan akan menjadi tulang punggung bagi sebagian besar pengiriman ponsel flagship global, sementara varian Pro akan dicadangkan untuk perangkat kategori ultra-premium yang menawarkan performa tanpa kompromi.

Salah satu alasan utama di balik tingginya harga Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro adalah penggunaan teknologi fabrikasi 2nm dari TSMC. Sebagai chipset pertama yang diproduksi massal dengan litografi generasi terbaru ini, biaya produksinya diprediksi akan melonjak tajam mengingat harga satu wafer silikon 2nm diperkirakan mencapai USD 30.000 atau sekitar Rp500 juta.

Jika Snapdragon 8 Elite Gen 5 saja sudah dibanderol sekitar USD 280 atau sekitar Rp4,8 juta per unit, maka versi 8 Elite Gen 6 Pro kemungkinan besar akan melampaui angka USD 300 atau sekitar Rp5 juta-an, seperti lapor Wccftech (2/1). Kenaikan harga komponen tunggal ini tentu menjadi beban berat bagi vendor ponsel dalam menentukan harga jual akhir ke konsumen.

Tingginya harga varian Pro membuat mayoritas produsen ponsel pintar harus berpikir dua kali sebelum menyematkan chipset tersebut ke dalam produk mereka. Sebagian besar brand kemungkinan hanya akan menggunakan silikon "monster" ini untuk model tertinggi atau edisi terbatas guna menjaga margin keuntungan.

Selain masalah biaya, tantangan teknis seperti manajemen suhu juga menjadi pertimbangan serius. Mengingat performa ekstrem yang dihasilkan oleh arsitektur CPU Oryon terbaru, vendor memerlukan sistem pendingin yang sangat kompleks dan mahal agar perangkat tidak mengalami overheating saat menjalankan beban kerja yang berat.

Efek Domino Kenaikan Harga Memori DRAM

Kondisi industri semakin diperparah oleh krisis memori global yang menyebabkan harga DRAM terus merangkak naik secara signifikan. Kenaikan harga memori ini diperkirakan akan meningkatkan biaya produksi (Bill of Materials) sebuah ponsel pintar hingga 25 persen. Situasi ini memaksa produsen untuk lebih realistis dalam memilih spesifikasi perangkat keras mereka. Penggunaan Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi standar menjadi pilihan yang jauh lebih masuk akal bagi produsen daripada harus memaksakan penggunaan varian Pro yang sangat mahal di tengah lonjakan harga komponen memori dan penyimpanan.

Meskipun lebih terjangkau, Snapdragon 8 Elite Gen 6 versi standar dikabarkan akan memiliki beberapa pemangkasan fitur yang cukup signifikan dibandingkan saudara tuanya. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa varian standar ini kemungkinan besar belum akan mendukung teknologi RAM LPDDR6 terbaru dan akan memiliki unit pengolah grafis (GPU) yang sedikit lebih lemah.

Namun, bagi sebagian besar pengguna harian, perbedaan performa ini mungkin tidak akan terlalu terasa. Varian standar tetap akan menawarkan performa yang sangat mumpuni untuk kebutuhan multitasking dan gaming kelas atas pada standar tahun 2026.

Dampak dari tingginya harga chipset dan memori mulai memicu tren yang tidak terduga, di mana beberapa vendor mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali konfigurasi RAM yang lebih kecil untuk menekan harga. Di saat transisi menuju RAM 16GB pada model premium mulai melambat, segmen perangkat menengah bawah justru berisiko kembali ke konfigurasi 4GB atau 8GB untuk menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen. Strategi efisiensi ini merupakan respons darurat industri agar tetap bisa memasarkan produk baru tanpa harus menaikkan harga jual secara drastis yang berpotensi menurunkan daya beli masyarakat.

Pax Insight

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang sangat menarik sekaligus menantang bagi evolusi ponsel pintar. Meskipun kendala biaya produksi dan kelangkaan komponen membayangi, inovasi Qualcomm melalui Snapdragon 8 Elite Gen 6 tetap memberikan harapan akan adanya lompatan performa yang luar biasa. Konsumen kini harus lebih jeli dalam melihat nilai yang ditawarkan oleh setiap perangkat, apakah peningkatan performa pada varian Pro sebanding dengan harga premium yang harus dibayarkan.

Kita semua tentu berharap bahwa di balik krisis komponen ini, produsen tetap dapat menghadirkan kejutan teknologi yang bermanfaat bagi pengalaman pengguna sehari-hari.