Gawai
Jumat, 21 November 2025 17:03 WIB

Qualcomm sebut chipset mereka masih jadi pilihan pengguna

Konsumen dikabarkan 3x lebih rela membayar untuk chipset Snapdragon dan bersedia menanggung premi 16%. Situasi ini menjadi dilema bagi Samsung, yang berencana menggunakan Exynos 2600 di sebagian Galaxy S26, meskipun chip Qualcomm tetap mendominasi 75% dari total pengiriman.

Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 mungkin emang dibanderol dengan harga yang agak mahal bagi mitra-mitra Qualcomm. Namun, dari sisi konsumen, chipset ini adalah pilihan utama saat mereka mencari flagship Android terbaru.

Sebuah survei firma riset pasar menunjukkan bahwa responden tiga kali lebih bersedia membayar untuk SoC Snapdragon, bahkan mereka gak masalah mengeluarkan premi 16 persen hanya demi silicon tersebut menggerakkan perangkat mereka berikutnya.

Dilema Samsung: Exynos 2600 Di-push Walau Konsumen Naksir Snapdragon

Hasil survei ini menciptakan dilema besar bagi Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan itu sedang berupaya keras mengurangi pengeluaran untuk chipset pihak ketiga dengan memperkenalkan Exynos 2600 pada sebagian lineup Galaxy S26 tahun depan. Meskipun Samsung akan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 di 75 persen dari total model Galaxy S26, jika diberi pilihan mutlak, Samsung kemungkinan akan meluncurkan Exynos 2600 di semua pasar untuk menghemat biaya.

Survei yang mengungkap loyalitas konsumen ini dilakukan oleh Qualcomm sendiri. Sayangnya, seperti dilansir dari laman Wccftech (21/11),  tidak ada informasi mengenai nama firma riset pasar atau jumlah peserta. Meskipun asumsi 1.000 peserta dianggap terlalu kecil untuk mendapatkan gambaran akurat di seluruh dunia, hasil survei ini tetap memberikan indikasi kuat tentang pandangan positif konsumen terhadap Qualcomm dan brand Snapdragon secara global.

Alasan utama mengapa Samsung gak bisa sepenuhnya beralih ke Exynos adalah adanya kesepakatan kontrak yang ditandatangani dengan Qualcomm. Samsung kemungkinan akan dikenakan denda yang besar jika gagal memasukkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dalam mayoritas pengiriman Galaxy S26-nya. Kondisi ini membuat mitra Qualcomm punya sedikit pilihan, yaitu harus tetap menggunakan chipset Snapdragon, atau beralih ke range Dimensity dari MediaTek.

Qualcomm Raja Chipset: 84% Peserta Survei Mengamini Status Ini

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa 84 persen peserta meyakini Qualcomm adalah pemimpin di segmen chipset smartphone. Hal ini menunjukkan bahwa untuk waktu yang akan datang, konsumen akan mempertahankan pandangan ini. Masalahnya justru ada pada mitra Qualcomm, yang berada dalam posisi tawar yang lemah di tengah permintaan pasar yang tinggi terhadap chipset Snapdragon.

Di sisi lain, Samsung sebenarnya memiliki setiap peluang untuk mendapatkan kemandirian dari Qualcomm dan MediaTek dengan mengembangkan chipset Exynos high-end sendiri. Sayangnya, SoC buatan Samsung berulang kali mengecewakan dalam performa. Meskipun Exynos 2600 kini menunjukkan beberapa potensi, dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi Samsung untuk memenangkan kembali loyalitas pelanggan yang kini memandang Qualcomm sebagai raja tak terbantahkan di chipset smartphone Android.

Pax Insight

Meski chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 mungkin terlalu mahal dan terkadang dilaporkan memiliki isu termal, kesediaan konsumen untuk membayar premi menunjukkan bahwa brand image dan performa puncaknya tetap menjadi daya tarik utama. Persaingan ke depan nggak hanya tentang kecepatan clock, tetapi juga tentang bagaimana chipset dapat mempertahankan performa dengan stabil (thermally stable) dan membangun kepercayaan jangka panjang di mata konsumen.