Bocoran terbaru dari siniar Broken Silicon mengungkapkan bahwa konsol generasi berikutnya dari Xbox bersandi Project Helix berpotensi mendisrupsi pasar. Konsol ini diklaim menawarkan nilai dan performa setara komputer gaming seharga USD2.000 hingga USD3.000, atau sektara Rp32.000.000 hingga Rp48.000.000.
Berpotensi membnunuh pasar PC gaming
Jika Project Helix benar benar memiliki mode PC dan daya komputasi super besar inovasi ini akan mengaburkan batas antara konsol permainan tradisional dan komputer desktop. Langkah ini bisa mengubah total peta persaingan industri gim global terutama jika pembuat perangkat keras pihak ketiga atau OEM juga diizinkan untuk memproduksi konsol tersebut.
Apa saja yang diharapkan akan hadir?
- Spesifikasi Monster: Konsol ini dikabarkan menggunakan GPU RDNA5 kelas 70 atau 80 dari AMD. Cip prosesor yang digunakan diprediksi menjadi yang terbesar dalam sejarah konsol dengan ukuran lebih dari 400 milimeter persegi fabrikasi 3 nanometer.
- Harga Premium: Project Helix diperkirakan akan dibanderol lebih dari Rp16.000.000 atau dengan kurs asli $1,000 dan kemungkinan menyentuh harga Rp19.200.000 atau senilai $1,200. Meskipun sangat mahal untuk ukuran konsol harga ini dinilai sepadan dengan spesifikasi layaknya komputer kelas atas.
- Integrasi Penuh PC: Petinggi Microsoft Gaming Asha Sharma sempat mengisyaratkan bahwa perangkat ini akan memimpin dalam hal performa serta mampu memainkan judul gim Xbox maupun PC secara bersamaan.
- Tanpa Kustomisasi Khusus: Berbeda dari generasi sebelumnya Microsoft dilaporkan tidak memesan komponen GPU khusus dan memilih menggunakan perangkat keras standar AMD. Hal ini bertujuan untuk mempermudah tugas pengembang dalam mengoptimalkan gim untuk kedua ekosistem.
Pax insight
Microsoft mengambil rute sangat ambisius untuk menjadikan konsol andalan berikutnya sebagai perangkat hibrida berperforma monster yang lebih kuat dari PS6. Dengan perangkat uji coba bagi pengembang yang dijadwalkan hadir pada tahun 2027 kesuksesan perangkat ini akan sangat bergantung pada kemampuan Microsoft menekan biaya produksi di tengah krisis pasokan komponen memori RAM dan SSD global.



