Slot microSD dulunya adalah cara mudah dan terjangkau bagi pengguna smartphone untuk menambah kapasitas penyimpanan tanpa perlu membayar harga premium yang mahal untuk model smartphone dengan storage internal lebih besar. Sayangnya, fitur ini perlahan dihilangkan oleh hampir semua produsen dimulai 10 tahun lalu.
Namun, lonjakan harga DRAM global, yang bahkan memaksa perusahaan seperti Micron keluar dari bisnis konsumen, dapat menjadi berkah tersembunyi. Sebuah rumor mengklaim bahwa para pembuat smartphone kini sedang mempertimbangkan untuk membawa kembali slot microSD ke perangkat mereka.
Rumor ini muncul dari sumber di Tiongkok, seperti lapor Wccftech (8/12). Meskipun tipster Repeater 002 di Weibo gak secara eksplisit menyebutkan pabrikan mana yang akan mengembalikan fitur ini, ia mengisyaratkan adanya pembicaraan mengenai hal tersebut dari supplier Tiongkok.
Kelangkaan DRAM diperkirakan akan terus berlanjut hingga setidaknya Q4 2027, yang telah mendorong harga memory kit desktop dan laptop melambung tinggi. Event ini secara alami akan berdampak negatif juga pada chip DRAM smartphone.
Krisis Internal Samsung: Divisi Solusi Tolak Permintaan Divisi Mobile
Kondisi supply DRAM emang lagi gak bagus. Divisi Device Solutions Samsung bahkan dilaporkan menolak permintaan pasokan memori dari divisi Mobile Experience mereka sendiri. Mereka memilih kontrak kuartalan yang akan direvisi setiap tiga bulan.
Dengan harga setiap 12GB LPDDR5X kini diperkirakan mencapai USD70 atau sekitar Rp1,16 juta, lebih dari dua kali lipat harga awal tahun yang sebesar USD33 atau sekitar Rp550 ribu, divisi komponen raksasa Korea itu tentu akan memprioritaskan profitabilitas.
Tren ini sudah jelas-jelas akan meingkatkan harga smartphone dalam waktu dekat ini. Namun, produsen dapat menanggulangi dampak kerugian ini dengan menawarkan slot microSD. Dengan adanya slot ekspansi penyimpanan, konsumen dapat memilih varian memori internal paling dasar untuk menghemat biaya, sebuah strategi yang membantu perusahaan menjaga shipment dan pendapatan tetap rolling. Ini adalah win-win solution bagi konsumen dan produsen.
Hal yang akan membuat comeback ini merupakan kabar baik bagi pengguna adalah jika smartphone mendukung standar baru microSD Express. Standar ini menghilangkan keterbatasan performa sepenuhnya. Misalnya, kartu Samsung 512GB P9 Express microSD Express dengan kecepatan hingga 800MB/s dijual sekitar USD74.99 atau sekitar Rp1,25 juta.
Bandingkan dengan Apple yang membebankan USD200 atau sekitar Rp3,3 juta hanya untuk upgrade dari 256GB ke 512GB. Performance yang mendekati SSD internal dengan harga yang jauh lebih murah menjadi daya tarik yang gak bisa ditolak.
Mungkin Berlaku di Paruh Kedua 2026
Sayangnya, perangkat yang sudah masuk jalur supply saat ini gak bisa tiba-tiba diubah total desainnya. Jadi, produsen yang merencanakan perilisan smartphone pada paruh kedua 2026 memiliki peluang terbesar untuk mengintegrasikan slot microSD kembali ke dalam desain mereka. Pengguna yang mengharapkan device yang lebih terjangkau dan fleksibel harus bersabar menunggu jadwal perilisan di tahun depan.
Pax Insight
Keputusan produsen untuk menghilangkan slot microSD sebelumnya didorong oleh keinginan untuk memaksimalkan margin keuntungan dari storage internal. Namun, dengan biaya DRAM yang melonjak, kembalinya slot microSD menurut tim Pax.id adalah solusi cerdas yang mengutamakan keterjangkauan bagi konsumen, sambil tetap memungkinkan produsen untuk mengelola biaya komponen yang mahal. Ini bisa menjadi game changer di pasar smartphone yang semakin sensitif terhadap harga.



