Gawai
Minggu, 7 Desember 2025 17:12 WIB

Perangkat Mixed Reality Meta ditunda hingga 2027

Meta menunda rilis mixed reality glasses Project Phoenix (codenamed Puffin) dari 2026 ke paruh pertama 2027. Penundaan ini untuk memastikan pengalaman yang "lebih polished dan andal." Meta juga ngode ekspansi AI wearable dengan akuisisi Limitless dan proyek terbatas Malibu 2.

Peluncuran perangkat mixed reality Meta yang memiliki nama kode "Phoenix" resmi ditunda hingga paruh pertama 2027. Awalnya, perangkat ini dijadwalkan untuk debut di 2026, dan seakan menjadi indikasi bahwa Meta memilih untuk memprioritaskan kualitas dan experience user di atas kecepatan rilis.

Penundaan ini ternyata datang langsung dari internal Reality Labs Foundation. Maher Saba, Vice President Reality Labs, dalam memo internal, menyebutkan bahwa penundaan ini akan membantu Meta untuk menghadirkan pengalaman yang "lebih polished dan andal." Senada dengan itu, eksekutif Meta Gabriel Aul dan Ryan Cairns menyatakan bahwa jadwal rilis yang baru ini "akan memberi kami lebih banyak breathing room untuk mendapatkan detail ini dengan benar". Ini menunjukkan komitmen serius Meta untuk menghindari kesalahan fatal dalam product quality yang bisa merusak reputasi.

Form Factor Ala Vision Pro: Goggle-Like dengan External Power Source

Detail tentang Project Phoenix memang masih minim, tetapi The Information pernah melaporkan bahwa device ini akan mengadopsi form factor yang menyerupai kacamata goggle. Fitur utamanya adalah sumber energi eksternal yang terpisah, mirip dengan paket baterai pada Apple Vision Pro.

Desain ini diduga dipilih untuk membuat device utama lebih ringan dan mencegah overheating, meskipun dengan trade-off resolusi tampilan dan kinerja komputasi yang mungkin lebih rendah dibandingkan high-end headset Apple.

Di tengah penundaan Phoenix, Engadget (71/2) melaporkan bahwa Meta menunjukkan fokus yang bergeser ke ranah AI wearable. Memo dari Maher Saba juga menyebutkan bahwa Meta sedang mengerjakan wearable "limited edition" dengan nama kode "Malibu 2." Hal ini mengindikasikan bahwa Meta berencana memperluas portofolio produknya yang saat ini didominasi oleh smart glasses dan VR headsets.

Pengembangan Malibu 2 didukung oleh langkah strategis Meta lainnya: akuisisi startup Limitless. Limitless baru-baru ini mengembangkan AI wearable bernama Pendant, sebuah device yang merekam percakapan dan menghasilkan ringkasan otomatis. Akuisisi ini memberikan sinyal kuat bahwa Meta siap bersaing di pasar wearable yang berfokus pada AI kontekstual, melengkapi ambisi mereka di ranah mixed reality jangka panjang.

Penundaan Phoenix juga muncul di tengah laporan tentang potensi pemotongan anggaran besar-besaran untuk inisiatif metaverse Meta. Laporan Bloomberg News sebelumnya menyebutkan pemotongan anggaran bisa mencapai 30% di Reality Labs. Hal ini menggarisbawahi perubahan prioritas Mark Zuckerberg: fokus pada keberlanjutan bisnis dan kualitas produk yang teruji, bukan sekadar speed-to-market yang agresif.

Langkah Meta saat ini, dengan menunda flagship mixed reality glasses mereka ke 2027 dan di saat yang sama berinvestasi pada AI wearable melalui Limitless, menunjukkan strategi jangka panjang yang matang. Mereka sedang membangun jembatan antara dunia mixed reality yang imersif (Phoenix) dan pengalaman AI personal yang seamless (Malibu 2). Ini adalah move yang strategis untuk memastikan Meta tetap relevan di masa depan komputasi spasial, di mana AI dan wearable akan menjadi kunci utama.