Gawai
Minggu, 7 Desember 2025 14:46 WIB

Pencipta iPod ingin jadi pengganti Tim Cook

Gelombang kepergian eksekutif kunci Apple memicu spekulasi suksesi Tim Cook. Tony Fadell, co-creator iPod, secara terbuka menyatakan siap menggantikan Cook, meski dianggap "polarizing". John Ternus dianggap kandidat terkuat, namun Cook diprediksi bertahan hingga 2028. Apple kini menghadapi isu talent bleed ke OpenAI dan Meta.
Tim Cook

Beberapa hari terakhir, hiruk pikuk di jajaran eksekutif (C-suite) Apple bikin geger. Gelombang pengumuman kepergian eksekutif kunci ditafsirkan oleh sebagian pihak sebagai "vote of no confidence" terhadap kepemimpinan Tim Cook, CEO Apple saat ini. Di tengah situasi yang panas ini, Tony Fadell, co-creator ikonik iPod, melihat peluang dan secara terbuka mempromosikan dirinya sebagai pengganti potensial Cook.

Menurut laporan dari The Information (7/12), Tony Fadell, mantan eksekutif Apple yang diakui sebagai salah satu pencipta iPod, telah mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa dia akan "terbuka" untuk menggantikan Cook sebagai CEO Apple berikutnya. Meskipun sumber publikasi tersebut meragukan Fadell sebagai kandidat CEO yang compelling karena gayanya yang dianggap "polarizing", Fadell memiliki dukungan dari beberapa karyawan Apple yang merasa perusahaan bisa mendapatkan manfaat dari gaya kepemimpinannya yang "brash."

Waktu Stepping Down Tim Cook Masih Kabur: Ternus Frontrunner vs. Gurman

Isu suksesi ini makin ramai setelah Reuters dan Financial Times melaporkan bahwa Tim Cook kemungkinan akan mundur tahun depan setelah lebih dari satu dekade memimpin raksasa teknologi tersebut. Financial Times menyebutkan John Ternus, VP of Hardware Engineering, saat ini dianggap sebagai frontrunner favorit. Namun, laporan ini dengan keras dibantah oleh Mark Gurman dari Bloomberg, yang memprediksi Cook akan terus menjabat setidaknya hingga masa Kepresidenan AS saat ini berakhir, yaitu hingga 2028. Jika benar, Cook akan menginjak usia 70 tahun saat meninggalkan jabatannya.

Masalah terbesar Apple saat ini adalah isu talent bleed. Hanya dalam minggu ini saja, Apple kehilangan empat eksekutif kunci. Dimulai dari AI czar John Giannandrea yang diganti oleh Amar Subramanya dari Microsoft, lalu Alan Dye (head of UI design) yang direkrut Meta pada hari Rabu. Menyusul kemudian, Kat Adams (general counsel) dan Lisa Jackson (VP for Environment, Policy, and Social Initiatives) juga mengumumkan kepergian mereka. Sebelumnya, Jeff Williams (COO) dan Luca Maestri (CFO) juga telah resign.

OpenAI Jadi Destinasi Favorit: Rekrut 40 Engineers dalam Sebulan

Krisis talent ini makin parah karena tim desain iPhone inti Apple kebobolan ke io, perusahaan Jony Ive yang baru diakuisisi oleh OpenAI untuk mengembangkan perangkat "iPhone Killer." Menurut Mark Gurman, OpenAI merekrut sekitar 40 insinyur Apple dalam waktu sebulan terakhir saja, termasuk pakar desain manufaktur seperti Matt Theobald dan lead human interface design Cyrus Daniel Irani. The Wall Street Journal menyimpulkan melalui analisis LinkedIn bahwa OpenAI memang menjadi tujuan favorit bagi karyawan Apple yang mencari tempat baru.

Brain drain ini gak cuma terjadi di level senior. Abidur Chowdhury, desainer iPhone Air dan rising star di perusahaan tersebut, baru-baru ini meninggalkan pekerjaannya untuk bergabung dengan startup AI yang gak disebutkan namanya. Kepergian para desainer dan engineer terkemuka ini mengancam inti dari inovasi hardware Apple di saat perusahaan sangat membutuhkan talenta terbaik untuk bersaing dalam perlombaan AI dan mixed reality.

Pax Insight

Tim Cook telah melampaui Steve Jobs sebagai CEO Apple yang menjabat paling lama. Namun, rentetan kepergian eksekutif dan persaingan ketat di sektor AI menempatkan kepemimpinan Apple di bawah sorotan intens. Meskipun Gurman mengakui Ternus adalah pilihan yang paling logis untuk menggantikan Cook, tekanan untuk menemukan CEO yang dapat membawa terobosan radikal, seperti yang diisyaratkan oleh gaya brash Fadell, emang dirasakan oleh board dan rank and file Apple.