Xiaomi resmi menghentikan seluruh dukungan untuk MIUI. Per 24 Maret 2026, perangkat terakhir yang menjalankan MIUI yakni Redmi A2 dan A2 Plus, telah mencapai status End-of-Life (EOL), sekaligus menandai berakhirnya UI populer besutan Xiaomi tersebut.
Kepopuleran MIUI
Xiaomi saat ini memang telah beralih sepenuhnya ke HyperOS, setelah selama sekitar 16 tahun memakai MIUI untuk perangkat besutannya.
Sebagai informasi, MIUI sebenarnya bisa dikatakan sebagai produk pertama Xiaomi, sebelum perusahaan merilis ponsel mereka sendiri. Sebab, ketika meluncur di 2010, produk ini diperkenalkan sebagai custom ROM pihak ketiga.
UI ini dikenal mudah dimodifikasi, serta dibekali dengan sejumlah fitur populer, seperti Second Space, Dual Apps, dan Theme Engine. Di masa puncaknya di kisaran 2021, MIUI digunakan oleh lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan.
Kenapa MIUI dimatikan?
Pindah sistem: Xiaomi kesulitan menghubungkan ratusan kategori produk dengan deretan firmware yang berbeda di MIUI. Karenanya, perusahaan asal Tiongkok itu kini memilih HyperOS sebagai UI baru di semua perangkatnya.
Keunggulan HyperOS: Sistem baru ini lebih ringan, lebih cepat, dan menggunakan fitur HyperConnect untuk integrasi perangkat pintar real-time.
Pax insight
Dengan pensiunnya MIUI, fokus pengembangan Xiaomi kini sepenuhnya tertuju pada HyperOS. Karenanya, pengguna yang masih menggunakan perangkat MIUI lama disarankan untuk mengganti perangkat mereka untuk mendapatkan dukungan keamanan dan fitur terbaru.



