Microsoft resmi menaikkan harga secara signifikan untuk seluruh jajaran produk komputer Surface mereka. Kenaikan harga ini dipicu oleh tren kecerdasan buatan generatif yang rakus akan memori atau RAM dan membuat biaya komponen perangkat keras melambung tinggi.
Menyerah pada harga RAM dan penyimpanan
Badai kelangkaan komponen atau RAMpocalypse ini membuktikan bahwa integrasi kecerdasan buatan ke dalam perangkat komputasi membawa beban biaya langsung kepada konsumen. Harga komputer dan ponsel pintar kini melonjak secara merata di seluruh industri.
Apa saja detailnya?
- Surface Laptop 7: Model dasar 15 inci kini dibanderol mulai dari USD1,600 atau sekitar Rp27.410.560. Harga ini naik pesat dari harga peluncurannya di tahun 2024 yang dipatok sebesar USD1,300 atau sekitar Rp22.271.080.
- Harga Varian Tertinggi Makin Fantastis: Surface Laptop 7 dengan prosesor Snapdragon X Elite dipadukan RAM 64GB dan penyimpanan 1TB kini mencapai USD3,650 atau sekitar Rp62.530.340. Sebagai perbandingan, Apple MacBook Pro 16 inci dengan cip M5 Pro yang lebih bertenaga justru lebih murah di angka USD3,300 atau sekitar Rp56.534.280.
- Lini Surface Pro: Model hibrida Surface Pro 12 inci kini mulai dari USD1,050 atau sekitar Rp17.988.180, naik dari harga awalnya yakni USD800 atau sekitar Rp13.705.280. Model andalan 13 inci yang tadinya USD1,000 atau sekitar Rp17.131.600 kini melesat menjadi USD1,500 atau sekitar Rp25.697.400.
- Efek Domino Industri: Tren lonjakan harga akibat kelangkaan dan mahalnya komponen RAM ini juga menimpa merek lain, mulai dari lini ponsel murah Motorola hingga perangkat lipat premium Samsung Galaxy Z Fold 7. Industri gaming seperti konsol PS5 dan perangkat Steam Deck juga ikut merasakan tekanan harga komponen dan ekonomi global.
Pax insight
Laporan industri menyebutkan bahwa Microsoft sedang menyiapkan pembaruan untuk jajaran Surface mereka. Sayangnya, harga yang sudah meroket ini dipastikan tidak akan turun kecuali harga dasar komponen memori global berangsur normal.



