Gawai
Jumat, 13 Maret 2026 12:05 WIB

Meta makin galak berantas scam di WA, Facebook, dan Messenger

Meta luncurkan alat deteksi penipuan baru ke Facebook, WhatsApp, dan Messenger untuk melindungi pengguna dari scam.

Meta baru saja mengumumkan fitur keamanan baru untuk aplikasi besutannya, seperti Facebook, WhatsApp, hingga Messenger. Lewat fitur ini, perusahaan akan memberikan peringatan pengguna sebelum mereka berinteraksi dengan akun atau tautan yang terindikasi penipuan. 

Kenapa ini penting? 

Tidak dimungkiri, aksi penipuan digital kini semakin lihat. Bahkan, banyak di antaranya tidak terlihat membahayakan bagi pengguna. 

Meta mencatat, ada 10,9 juta akun Facebook dan Instagram yang telah dihapus karena terkait jaringan kriminal penipuan. Tak hanya itu, ada 159 juta iklan penipuan yang dihapus perusahaan milik Mark Zuckerberg itu sepanjang 2025. 

Melihat fenomena ini, Meta pun memanfaatkan AI dan sinyal perilaku untuk mendeteksi tanda-tanda mencurigakan. Contohnya, lokasi negarai yang tidak sesuai atau pola percakapan yang janggal. 

Fitur keamanan baru Meta

Facebook: Di platform media sosial ini, Meta melakukan pengujian dengan memberikan peringatan ketika ada permintaan teman dari akun mencurigakan. Indikatornya adalah jumlah mutual friends yang sedikit atau lokasi akun yang berada di negara tak lazim. 

WhatsApp: Fitur ini dirancang untuk menggagalkan modus situs palsu yang meminta pengguan memasukkan nomor telepon dan kode tautan perangkat (device linking mode). Jadi, WhatsApp akan memunculkan peringatan jika terdeteksi ada upaya tautan tidak wajar. 

Messenger: Untuk platform ini, Meta memanfaatkan AI untuk mendeteksi pola percakapan mencurigakan, seperti tawaran kerja palsu. Kemudian, sistem akan menanyakan apakah pengguna ingin meninjau pesan secara otomatis, sebelum memblokir akun tersebut. 

Pax insight

Menariknya, tak hanya perluasan sistem deteksi scam atau penipuan, Meta juga akan memberikan lebih banyak informasi edukatif mengenai beragam jenis penipuan, sehingga pengguna tidak mudah jadi korban. 

Langkah ini pun terbilang penting mengingat saat ini makin marak scam yang memanfaatkan rekayas sosial. Jadi, fitur semacam ini penting untuk menjaga keamanan data dan akun pengguna.