Gawai
Rabu, 7 Januari 2026 15:31 WIB

Meta & Garmin kolaborasi hadirkan teknologi gelang saraf

Kolaborasi Meta dan Garmin hadirkan kontrol gestur udara via gelang saraf. Teknologi revolusioner untuk keamanan berkendara dan disabilitas.

Dalam ajang bergengsi CES 2026, Meta kembali menunjukkan kecanggihan teknologi gelang saraf atau gelang EMG. Saat ini, perangkat ini dirancang untuk beroperasi di luar ekosistem kacamata AR dan dapat terhubung ke berbagai perangkat pintar lainnya.

Melalui kerja sama dengan Garmin, Meta menunjukkan bagaimana gelang ini dapat memahami gerakan halus otot pergelangan tangan manusia. Dengan teknologi sensor saraf ini, pengguna dapat memberikan instruksi navigasi tanpa menyentuh layar fisik.

Dalam demonstrasi di dalam mobil, pengemudi terlihat hanya dapat menggunakan gestur cubit dan geser di udara untuk mengatur sistem hiburan. Fitur ini merupakan bagian dari gagasan Garmin Unified Cabin, yang berfokus pada pengalaman berkendara yang intuitif yang didukung AI.

Teknologi gelang saraf ini mungkin dapat digunakan untuk melakukan tugas-tugas dasar kendaraan, seperti membuka jendela atau membuka pintu. Tujuan integrasi ini adalah untuk meningkatkan keamanan saat berkendara karena pengemudi akan dapat tetap fokus pada jalan sambil memberikan perintah.

Meta juga mengumumkan kerjasama riset dengan University of Utah untuk membantu mereka yang menderita distrofi otot dan ALS. Sinyal saraf diharapkan dapat membantu pasien dengan keterbatasan gerak menggunakan perangkat digital, seperti dilaporkan Engadget (07/01). 

Meskipun tangan pengguna tidak dapat digerakkan secara aktif, gelang ini diklaim sangat sensitif untuk mendeteksi gerakan otot terkecil. Diharapkan bahwa kemampuan ini akan memungkinkan penyandang disabilitas untuk mengontrol sendiri lampu, speaker, dan kunci pintu rumah pintar.

Pax Insight 
Inovasi Meta EMG Wristband menunjukkan bahwa masa depan interaksi manusia dan mesin tidak lagi terbatas pada sentuhan atau suara, melainkan langsung dari sistem saraf. Teknologi ini menawarkan harapan baru bagi penyandang disabilitas di Indonesia untuk hidup lebih mandiri dengan bantuan perangkat rumah pintar yang dikendalikan lewat sinyal otot sederhana.