Gawai
Jumat, 5 Desember 2025 16:31 WIB

Lintasarta salurkan bantuan ke korban banjir, pinjamkan unit Starlink

Lintasarta mengerahkan enam unit Starlink gratis ke enam titik krusial di Aceh dan Sumatera Utara melalui program Lintasarta Peduli Negeri. Dukungan ini, termasuk penyaluran ke Media Center Komdigi dan Bank Aceh, menegaskan komitmen Lintasarta menjaga ketahanan digital nasional dengan konektivitas berkapasitas total 50 Tbps.

Lintasarta Gercep Tanggap Bencana: Infrastruktur Digital Jadi Kebutuhan Strategis Lintasarta, sebagai AI Factory di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, bergerak cepat memberikan dukungan infrastruktur digital dan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Langkah ini bukan sekadar bantuan biasa, tetapi menegaskan komitmen Lintasarta untuk hadir sebagai penyedia infrastruktur digital nasional dalam situasi krisis.

Sebagai bagian dari upaya tanggap darurat, Lintasarta mengerahkan enam unit perangkat layanan komunikasi berbasis satelit Starlink. Perangkat ini dikirim ke enam titik prioritas di Lhokseumawe, Takengon, Langsa, Bener Meriah (Aceh) serta Sibolga dan Langkat (Sumatera Utara). Seluruh layanan diberikan secara gratis dan dikelola langsung oleh tim teknis Lintasarta untuk menjamin kestabilan konektivitas selama masa darurat. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah setempat.

Konektivitas Bukan Sekadar Layanan Teknis, Tapi Kebutuhan Kemanusiaan

Bayu Hanantasena, Presiden Direktur dan CEO Lintasarta, menegaskan peran vital konektivitas dalam situasi krisis. "Di tengah situasi bencana, konektivitas bukan sekedar layanan teknis, tetapi menjadi kebutuhan strategis yang menentukan kecepatan koordinasi dan efektivitas penyaluran bantuan. Lintasarta memastikan komunikasi tetap berjalan agar masyarakat dapat segera bangkit,” ujarnya.

Lintasarta juga memprioritaskan pemulihan layanan untuk pelanggan strategis, terutama di sektor perbankan dan instansi pemerintah.

Support Khusus Lembaga Publik: Bantu Komdigi dan Bank Aceh

Dukungan Lintasarta gak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga instansi pemerintah yang berperan vital dalam koordinasi lapangan. Lintasarta menyalurkan perangkat VSAT Starlink untuk berbagai kebutuhan:

  • Dua Perangkat VSAT Starlink: Disalurkan ke posko bencana di Sumatera Utara.
  • Dua Perangkat VSAT Starlink: Disalurkan ke Pusat Informasi Media Center Komdigi di Aceh.
  • Dua Perangkat VSAT Starlink: Disalurkan melalui Bank Aceh untuk masyarakat terdampak.
  • Semua perangkat ini dilengkapi dengan kapasitas serupa dan dikelola teknis penuh oleh tim Lintasarta.

Penyerahan bantuan dan pengawasan pemulihan dilakukan secara serentak di awal Desember. Kegiatan di Medan dipimpin langsung oleh Presiden Direktur dan CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena, sementara di Aceh dipimpin oleh Director & Chief IT Services Officer Lintasarta, Ginandjar.

Kehadiran pimpinan ini memastikan bahwa pemulihan digital dan dukungan kemanusiaan berjalan beriringan, dengan pengawasan penuh dari manajemen pusat. Bantuan logistik, dana, dan kebutuhan pokok juga disalurkan untuk masyarakat dan karyawan Lintasarta yang terdampak langsung.

Komitmen Jangka Panjang: Menjaga Ketahanan Digital Nasional

Lintasarta menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga ketahanan digital nasional. Bayu Hanantasena menutup dengan menyatakan, "Kami berkomitmen untuk memastikan setiap warga negara tetap terhubung, apapun kondisinya. Teknologi harus hadir bukan hanya untuk efisiensi bisnis, tetapi juga untuk kemanusiaan." Lintasarta siap terus memantau situasi lapangan dan menyesuaikan dukungan teknis maupun sosial sesuai kebutuhan wilayah.

Visi Indonesia Emas 2045: Fondasi Konektivitas 50 Tbps

Inisiatif Lintasarta Peduli Negeri ini menjadi refleksi peran strategis Lintasarta sebagai penopang infrastruktur digital nasional, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Lintasarta kini mengoperasikan jaringan berkapasitas total 50 Tbps yang menjangkau berbagai wilayah, didukung solusi 4C (Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration). Dengan fondasi konektivitas berkapasitas besar, latensi rendah, dan keandalan tinggi, Lintasarta memastikan akses digital tetap terjaga dalam kondisi darurat sekalipun, bikin Indonesia jadi negara yang lebih tangguh dan berdaya.