Di ajang Mobile World Congress (MWC), Lenovo mencoba menawarkan pendekatan berbeda lewat konsep Modular AI PC dengan dua layar dan keyboard yang bisa dilepas. Desainnya bahkan membuat definisi laptop terasa lebih fleksibel dari biasanya.
Kenapa ini menarik?
Keberanian Lenovo mengeksplorasi modularitas dari sisi pengalaman kerja, bukan sekadar upgrade hardware. Laptop ini bukan cuma mudah dibongkar, tapi bisa berubah bentuk sesuai kebutuhan, mulai dari presentasi, coding, multitasking, hingga setup dual-screen konvensional.
Modularitas yang mengubah cara kerja
Konsep Modular AI PC dari Lenovo ini bukan sekadar eksperimen desain, tetapi gambaran bagaimana laptop bisa beradaptasi dengan berbagai skenario kerja modern. Berikut ini inovasi yang disorot:
- Layar kedua di bagian lid memungkinkan berbagi tampilan langsung saat presentasi atau diskusi tatap muka.
- Keyboard lepas-pasang tanpa mematikan sistem, memberi fleksibilitas mengubah konfigurasi kerja secara instan.
- Mode vertikal atau horizontal pada layar tambahan, cocok untuk coding maupun menulis dokumen panjang.
- Port hot-swappable seperti USB-C, USB-A, dan HDMI yang bisa diganti sesuai kebutuhan konektivitas.
Pax Insight
Di tengah pasar laptop yang makin homogen, fleksibilitas bisa jadi diferensiasi kuat. Jika fitur seperti port hot-swappable diadopsi secara luas, pengguna tak lagi perlu membeli dongle atau kompromi soal konektivitas.



