Gawai
Kamis, 11 September 2025 18:04 WIB

Kolaborasi dengan RED, Nikon Kamera Sinema ZR

Nikon merilis kamera sinema pertamanya, Nikon ZR, hasil kolaborasi dengan RED. Kamera ini menggabungkan color science RED dengan fitur AF dan stabilisasi Nikon, dengan harga jauh lebih terjangkau dari kompetitor.

Nikon baru saja memperkenalkan kamera sinema pertamanya yang dikembangkan bekerja sama dengan RED, perusahaan yang diakuisisi tahun lalu. Nikon ZR -- yang kemungkinan huruf "R" diambil dari "RED" -- adalah kamera yang menggabungkan color science dan video codec dari RED dengan teknologi subject detect AF dan stabilisasi dalam bodi dari Nikon. Kamera ini akan bersaing dengan model-model seperti Canon C50 dan Sony FX3, namun dengan harga yang jauh lebih rendah.

Kamera mirrorless Nikon dikenal dengan dynamic range-nya yang tinggi, dan hal itu juga dipertahankan pada ZR. Kamera ini memiliki sensor 24MP partially stacked dengan Dual Base ISO 800/6400, yang menjanjikan lebih dari 15 stop dynamic range untuk sensitivitas cahaya rendah yang tinggi. Meskipun tidak menyamai resolusi 7K dari C50, ZR dapat menghasilkan video 12K RAW 6K pada 60 fps atau 4K pada 120 fps.

Format RAW internal yang digunakan adalah R3D NE baru dari RED, dan format log yang disebut Log3G10 dengan color science yang sama dengan kamera sinema RED. Ini adalah codec yang lebih ringan, dirancang khusus untuk Nikon, namun ZR juga mendukung format N-RAW dari Nikon, serta ProRes/ProRes RAW dan H.265. Kamu juga bisa memuat hingga 10 LUT RED sekaligus untuk monitoring.

Nikon juga fokus pada audio, menawarkan perekaman audio internal 32-bit float dan teknologi suara surround OZO dari Nokia melalui tiga mikrofon bawaan. Tersedia lima pola tangkapan suara yang bisa dipilih, mulai dari super directional hingga stereo.

ZR dilengkapi dengan autofocus subject tracking hybrid phase-detect, menjadikannya lebih mudah digunakan bagi para kreator daripada kamera RED manapun yang pernah ada. AF ini mencakup pelacakan AI untuk orang (mata, kepala, dan tubuh), serta hewan dan kendaraan. Kamera ini juga memiliki stabilisasi dalam bodi lima sumbu dengan 7,5 stop peredam getaran.

Karena ZR tidak memiliki viewfinder, Nikon membuat layarnya sebesar, seterang, dan setajam mungkin. Layar ini berukuran 4 inci, rasio 16:10, dengan kecerahan 1.000 nits dan cakupan warna DCI-P3 HDR penuh. Bodi kecilnya yang berbobot 540 gram mampu menghilangkan panas dengan baik, memungkinkan perekaman 6K 60 fps RAW hingga 125 menit pada suhu 25°C.

Dengan kemampuan yang ditawarkan, Engadget (11/9) melaporkan bahwa Nikon ZR akan memiliki harga dimulai dari USD2.200 atau sekitar Rp36,2 juta hanya untuk bodi, tanpa aksesori. Harga ini hampir setengah dari harga Sony FX3 dan USD1.700 atau Rp27,9 jutalebih murah dari Canon C50. Pengiriman diharapkan akan dimulai pada 20 Oktober 2025.