Persaingan kacamata pintar semakin memanas, dengan Meta kini dilaporkan memimpin industri baru ini. Kondisi ini kemudian memaksa Apple untuk mengalihkan sumber daya dan tenaga kerja dari divisi Vision Pro generasi kedua ke kacamata pintar (spectacles) mereka sendiri, yang dijadwalkan tiba pada tahun 2026. Namun, kabar yang paling mengecewakan adalah generasi pertama dari produk ini dirumorkan akan hadir tanpa layar Augmented Reality (AR).
Meskipun laporan dari Mark Gurman tidak menyebutkan bulan pasti pengumuman, peluncuran kacamata pintar Apple diperkirakan terjadi pada tahun 2027. Acara perkenalannya sendiri bisa saja dilakukan pada tahun 2026. Linimasa ini mencerminkan peluncuran Apple Vision Pro dan dipertahankan agar para pengembang memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan aplikasi mereka untuk platform tersebut, seperti lapor Wccftech (6/10).
Sayangnya, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa kacamata pintar ini tidak akan menampilkan layar AR. Sebaliknya, perangkat ini akan melakukan tugas-tugas seperti menjawab panggilan telepon, mengambil gambar, dan fungsi lainnya tanpa mengharuskan pengguna mengeluarkan iPhone mereka. Kacamata pintar ini kemungkinan akan menjadi produk standalone.
Dalam upaya untuk menahan persaingan dari Qualcomm dan MediaTek, Apple dilaporkan telah mengamankan lebih dari setengah kapasitas awal node 2nm N2 TSMC. Dibandingkan dengan proses 3nm N3P perusahaan semikonduktor Taiwan tersebut, N2 menawarkan hingga 10% peningkatan performa pada waktu yang sama dan hingga 20% peningkatan efisiensi.
Melihat metrik ini, silicon yang ditenagai oleh chipset 2nm ini akan menghindari desain yang berat dan tebal karena chipset tersebut akan meniadakan persyaratan desain termal yang berlebihan. Pada tahun 2023, perangkat seperti itu hampir mustahil diwujudkan karena ia harus memberikan performa setara iPhone dengan sepersepuluh konsumsi daya. Kini, Apple dapat mengatasi batasan termal tersebut berkat litografi canggih dari TSMC.



