Steam Machine dari Valve diprediksi nggak akan dibanderol dengan harga yang sama seperti konsol game saat ini, seperti PlayStation 5 atau Xbox Series X. Analisis terbaru dari LinusTechTips memperkirakan harga jual final perangkat ini kemungkinan besar akan menyentuh angka USD699.99. Estimasi ini didasarkan pada simulasi perakitan PC dengan spesifikasi serupa dan pemahaman terhadap strategi bisnis Valve. Gamer harus bersiap, sebab angka ini jauh melampaui harga konsol yang biasanya dipatok USD499.
Untuk mendapatkan gambaran akurat, LinusTechTips mencoba merakit PC dengan spesifikasi yang meniru Steam Machine, dimana menggunakan prosesor AMD yang di custom dengan GPU RDNA3 dan 8 GB GDDR6. Jika PC tersebut dirakit dengan komponen off-the-shelf pada harga historis terendah, biayanya hanya sekitar USD602.
Namun, dalam kondisi pasar saat ini, di mana kelangkaan memori sangat terasa, biaya rakit PC serupa melambung tinggi, mencapai USD900, atau setidaknya USD813 jika menggunakan komponen paling murah tanpa mengurangi performa.
Keuntungan Direct-to-Consumer: Biaya Internal Valve Lebih Rendah
Meskipun biaya rakit PC di pasar terbuka melonjak, Valve memiliki keuntungan besar sebagai manufaktur yang mengadopsi model direct-to-consumer. Model ini memungkinkan Valve mendapatkan komponen dalam jumlah besar dan memangkas margin yang biasanya diambil retailer dan brand lain. Dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang dipengaruhi kenaikan RAM, Linus memperkirakan biaya internal Valve untuk membuat satu unit Steam Machine masih berkisar antara USD600 hingga USD650.
Di sisi lain Valve secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan menyubsidi harga Steam Machine saat peluncuran, artinya mereka tidak akan menjual perangkat keras dengan harga rugi. Ini sangat berbeda dengan strategi Sony atau Microsoft yang bersedia rugi di awal karena mereka mendapatkan kembali keuntungan besar dari potongan 30% penjualan game di digital store mereka. Valve, yang juga mengambil potongan 30% dari penjualan game di Steam, memilih pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Menghindari Perang Harga: Kompetitor PC Gak Mau Disaingi Konsol Murah
Keputusan Valve untuk tidak menjual rugi juga dipicu oleh keinginan untuk tidak merugikan mitra PC mereka atau secara tidak sengaja menjual perangkat terlalu murah kepada bisnis yang akan menggunakannya sebagai komputer serba guna. Valve ingin harga Steam Machine kompetitif dengan biaya merakit PC setara, bukan menargetkan harga konsol. Penolakan harga $500 oleh staf Valve saat dikonfrontasi Linus semakin memperkuat indikasi bahwa harga Steam Machine akan berada di segmen harga PC entry-level yang powerful.
Dengan biaya produksi Valve diperkirakan di rentang USD600–USD650, dan komitmen untuk tidak menjual rugi, harga USD699.99 menjadi estimasi yang sangat masuk akal bagi Linus. Harga ini berada di atas biaya produksi Valve saat ini dan memberikan markup yang cukup. Mengingat Steam Machine akan dijual selama bertahun-tahun, Valve memiliki banyak peluang (plenty of opportunities) untuk meningkatkan margin keuntungannya di masa depan seiring menurunnya biaya komponen.
Pax Insight
Meskipun harga USD699.99 masih bersifat estimasi dan belum dikonfirmasi oleh Valve, pernyataan Valve sendiri yang menyatakan bahwa harganya akan kompetitif dengan PC dan tidak akan disubsidi menjadi petunjuk kuat. Valve menargetkan pasar yang menghargai fleksibilitas PC dan desain ringkas, sehingga harga akhirnya akan jauh lebih tinggi daripada harga jual konsol tradisional.



