AI
Senin, 1 Desember 2025 08:01 WIB

OpenAI berencana masukkan iklan bertarget di ChatGPT

OpenAI sedang mencoba sistem iklan di ChatGPT Android Beta, fokus pada respons yang terhubung ke search. Formatnya adalah kartu bersponsor bertema shopping untuk memanfaatkan kemampuan AI dalam mendeteksi niat beli.

OpenAI tampaknya sedang mengeksplorasi cara baru untuk meningkatkan pendapatan mereka. Sepertinya, mereka masih tetap kewalahan mencari dana untuk operasional mereka meski telah menawarkan akun berbayar, baik ke pengguna individual maupun model berlangganan dengan konsumen lain.

Nah, baru-baru ini ada kabar yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut akan memasukkan iklan di chatbot ChatGPT mereka. Hal tersebut ditemukan oleh engineer bernama Tibor Blaho, yang menemukannya saat membongkar kode beta aplikasi Android versi 1.2025.329.

Dilansir dari laman Gizmochina (1/12), rencananya, iklan ini akan dimulai di dalam jawaban yang terhubung ke search atau pencarian web. Ini mengindikasikan bahwa OpenAI sedang menjajaki arah pendapatan yang berbeda, namun tetap berfokus pada lapisan pencarian untuk saat ini.

Strategi yang Umum Dilakukan

Kode beta terbaru ChatGPT Android mencakup internal marker yang menguraikan bagaimana iklan mungkin akan diatur ketika ChatGPT mengambil informasi dari web. Marker ini menggambarkan bagian untuk kartu produk bersponsor dan daftar scrolling atau panel yang dapat digeser.

Format ini menandakan bahwa iklan pada tahap awal dibentuk sebagai bagian dari jawaban pencarian yang didukung AI, bukan antarmuka chat utama. User pada akhirnya mungkin akan melihat sponsored cards yang terhubung ke shopping atau panel geser saat menelusuri respons yang ditingkatkan dengan search.

Alasan mengapa iklan yang didorong oleh niat menjadi fokus utama OpenAI adalah karena efektivitasnya. Berbeda dengan platform search tradisional yang hanya menampilkan iklan berdasarkan kata kunci, AI percakapan dapat menyimpulkan niat dari struktur query, tindak lanjut percakapan, dan tema obrolan.

Ini memungkinkan penargetan iklan terasa lebih presisi daripada sistem berbasis minat umum. India yang memiliki jumlah active user tertinggi memberikan audience base yang luas untuk mencoba skala iklan berbasis search ini.

Kelebihan AI Conversational: Mendeteksi Sinyal Buying Intent Real-Time

Percakapan AI secara alami sangat cocok untuk mendeteksi sinyal niat beli secara real-time. Misalnya, ketika user membandingkan produk, menanyakan harga, atau mencari opsi pilihan. Kemampuan ini dapat membantu OpenAI membangun sistem periklanan yang terasa kurang mengganggu dan lebih relevan, terutama dalam pencarian yang mengarah pada pilihan produk. Ini berarti experience beriklan bisa terasa seperti rekomendasi yang membantu, bukan sekadar spam promosi.

Namun, di balik potensi cuan yang besar, kemampuan menargetkan iklan pada level user ini menimbulkan kekhawatiran yang valid seputar privasi dan keandalan sistem rekomendasi. User mungkin tidak sepenuhnya menyadari bagaimana rekomendasi atau kartu bersponsor tersebut dipilih. Jika algoritma iklan mulai memengaruhi informasi yang diberikan ChatGPT, hal ini dapat mengganggu netralitas dan kepercayaan user terhadap akurasi jawaban AI.

Beberapa string yang ditemukan dalam kode beta mengarah pada content feeds terkait marketplace yang dapat mengumpulkan daftar ritel atau produk dan menampilkannya secara dinamis bersama jawaban search AI. Ini menunjukkan bahwa OpenAI sedang membangun kerangka (skeleton) yang memungkinkan pengiklan untuk membagikan materi berbasis produk dalam format kartu atau carousel. Dengan miliaran prompt yang diproses setiap hari, OpenAI memiliki audiens yang masif, dan format shopping ini berpotensi scale dengan cepat.

Pax Insight

Penting untuk dicatat bahwa keberadaan marker ini dalam beta build hanyalah indikasi pengujian dan persiapan sistem, bukan full rollout. OpenAI sendiri belum mengeluarkan pengumuman publik atau membagikan timeline kapan sistem iklan ini akan diimplementasikan. Namun, jelas bahwa perusahaan ini sedang menguji potensi monetisasi yang signifikan di luar model langganan ChatGPT Plus mereka, memanfaatkan traffic besar yang dihasilkan dari miliaran kunjungan platform setiap bulannya.