Gawai
Selasa, 14 Juli 2026 12:03 WIB

Harga komponen mahal, Oppo dan OnePlus keluar dari pasar AS dan Eropa

Dalam sebuah kabar terbaru diungkapkan bahwa OPPO dan OnePlus bersiap keluar dari pasar AS dan Eropa karena harga komponen semakin mahal.
Oppo Find X9s vs iPhone 17 Pro

Lanskap industri smartphone di belahan dunia Barat bersiap menghadapi guncangan besar. Berdasarkan laporan investigasi terbaru dari media teknologi terkemuka Jerman, WinFuture, OnePlus beserta induk perusahaannya, OPPO, dilaporkan tengah memfinalisasi keputusan krusial untuk menarik diri sepenuhnya dari pasar Amerika Serikat dan Eropa.

Pengumuman resmi mengenai perombakan strategi radikal ini diproyeksikan bakal dirilis dalam beberapa hari mendatang, menandai akhir dari perjalanan kedua merek smartphone tersebut.

Keluar dari AS dan Eropa karena kenaikan harga RAM

Selama bertahun-tahun, pasar smartphone Amerika Serikat telah dikunci rapat oleh dominasi mutlak Apple dan Samsung, yang hanya menyisakan sedikit ruang bagi kompetitor lain untuk berkembang. Keadaan kian diperparah oleh badai krisis kelangkaan memori DRAM dunia yang memaksa vendor menaikkan harga modal produksi gawai secara ekstrem. Bagi OnePlus yang awalnya populer berkat formula ponsel berspesifikasi tinggi dengan harga ekonomis, inflasi komponen ini menjadi pukulan telak yang membuat strategi bisnis mereka tidak lagi rasional untuk dipertahankan di pasar Barat.

Apa saja detailnya?

Kehilangan Identitas Asli dan Strategi Pengalihan Trafik Belanja

  • Sindrom Kloning Perangkat Induk: Keterpurukan OnePlus di pasar global sejatinya sudah terendus sejak mereka resmi melebur penuh ke dalam ekosistem manufaktur OPPO. Beberapa model terbaru seperti seri OnePlus 15 kerap menuai kritik tajam karena dinilai tidak lebih dari sekadar produk kembar OPPO yang hanya diganti logonya saja. Hilangnya ciri khas sistem antarmuka OxygenOS yang digantikan oleh ColorOS kian mengikis loyalitas komunitas garis keras yang dulu memuja slogan Never Settle.  
  • Pengosongan Inventaris Toko Daring: Tanda-tanda kepergian merek ini semakin dipertegas oleh situasi di lapangan, di mana situs resmi OnePlus di beberapa negara Eropa sudah mulai mengarahkan calon pembeli untuk berbelanja produk OPPO. Selain itu, sebagian besar stok perangkat utama, tablet, hingga jam tangan pintar di gudang retail mereka dilaporkan sudah ludes terjual dan sengaja tidak dipasok kembali.

Jaminan Update untuk Pengguna Lama dan Fokus Baru Pasar Domestik

  • Komitmen Layanan Purnajual: Bagi para pemilik perangkat OnePlus saat ini tidak perlu panik. Perwakilan manajemen menegaskan bahwa perusahaan akan tetap bertanggung jawab penuh untuk menggulirkan pembaruan perangkat lunak serta melayani klaim garansi kerusakan perangkat hingga masa siklus hidup gawai tersebut berakhir. Tugas pemeliharaan ini nantinya akan disokong penuh oleh infrastruktur logistik OPPO yang memilih tetap bertahan di Eropa.
  • Penyusutan Kasta di Pasar Asia: Di wilayah India dan Tiongkok, nama OnePlus dipastikan tetap bertahan hidup namun dengan format bisnis yang jauh berbeda. OnePlus tidak lagi beroperasi sebagai divisi mandiri yang merancang ponsel flagship premium penantang Samsung, melainkan diturunkan kastanya menjadi sekadar sub-brand sekunder yang berfokus menjajakan smartphone dan tablet kelas menengah berbiaya murah.

Pax insight

Mundurnya OnePlus dari panggung teknologi Barat di pertengahan tahun 2026 ini memberikan pelajaran berharga mengenai kejamnya kompetisi industri gawai modern. Tanpa adanya sway atau kendali rantai pasok yang kuat untuk meredam lonjakan harga bahan baku silikon seperti yang dimiliki Apple dan Samsung, vendor kelas menengah akan selalu menjadi korban pertama yang terdepak saat badai inflasi komponen melanda dunia. Mundurnya sang pionir pembunuh flagship ini diprediksi akan melapangkan jalan bagi kompetitor segmen menengah lain seperti Google dengan seri Pixel mereka untuk meraup limpahan pangsa pasar yang ditinggalkan.