Google telah lama memberikan sinyal adanya kemitraan dengan Qualcomm untuk platform Android PC di masa depan, terutama setelah eksekutif Google hadir di Snapdragon Summit. Kini, temuan terbaru memperkuat sinyal tersebut, di mana pabrikan chipset ini tampak sedang mempersiapkan Snapdragon System-on-Chips (SoCs) mereka untuk personal computer (PC) berbasis Android.
Kabar ini tentu saja menarik bagi dunia teknologi, namun bocoran terbaru justru mengungkap bahwa chipset yang diuji coba adalah model yang nggak lagi baru, mengindikasikan bahwa Google mungkin mengambil langkah yang sedikit tertinggal dari kompetisi.
Bukti dari uji coba Snapdragon X Elite untuk Android PC tersebar melalui private code list Android 16, yang dipublikasikan oleh leaker @Jukanlosreve di X. Berdasarkan daftar kode tersebut, Qualcomm telah mengunggah kode untuk SoC berbasis laptop mereka.
Hal ini secara kuat menyiratkan bahwa hardware inilah yang akan kita lihat beraksi ketika batch pertama Android PC mulai diluncurkan ke pasar. Chipset Snapdragon X Elite, yang diluncurkan bersama Snapdragon X Plus, memang sempat menjadi game changer di ekosistem Windows berbasis ARM.
X Elite Gen 2 Bisa Jadi Game Changer
Saat pertama kali diperkenalkan, Snapdragon X Elite dan Snapdragon X Plus adalah sebuah chipset yang sangat mengesankan. Sebelum kehadirannya, nggak ada silicon berbasis ARM yang bisa menjalankan Windows secara optimal dengan tenaga yang memadai dan efisiensi yang dibutuhkan.
Namun, waktu terus berjalan. Qualcomm tentu nggak akan terpaku pada chipset tersebut selamanya, terbukti dengan diperkenalkannya Snapdragon X2 Elite Extreme dan Snapdragon X2 Elite di tahun yang sama. Kehadiran generasi X2 inilah yang membuat kemunculan kode X Elite di Android 16 terasa sedikit "terlambat".
Sebenarnya, nggak ada yang salah jika Google memutuskan untuk membekali Android PC dengan Snapdragon X Elite, tetapi harga jualnya harus benar-benar friendly. Jika pricing yang ditawarkan nggak kompetitif, produk PC Android ini bisa terancam dead on arrival. Apalagi, melihat bagaimana kompetitor seperti Apple sudah meluncurkan chipset M5 mereka yang unggul di kelasnya, Google punya pekerjaan rumah yang sangat berat untuk membuat produknya menonjol di pasar.
Penggunaan Snapdragon X Elite sebagai chipset tunggal di awal peluncuran mungkin hanya bersifat sementara. Ada kemungkinan besar bahwa kita salah menginterpretasikan bocoran tersebut, atau kode untuk chipset yang lebih baru masih dirahasiakan. Para penggemar berharap, di masa mendatang, Qualcomm akan segera mengunggah kode untuk chipset yang lebih segar dan bertenaga seperti Snapdragon X2 Elite Extreme dan Snapdragon X2 Elite. Upgrade ini adalah kunci untuk membuat Android PC lebih viable ketika harus berdiskusi soal persaingan di pasar laptop dan PC modern.
Meskipun kemitraan ini adalah kabar baik, hype yang dibangun harus diimbangi dengan hardware terkini. Jika Android PC pertama hanya mengandalkan chipset generasi lama, akan sulit bagi platform ini untuk bersaing dengan laptop Windows yang powerful atau MacBook yang efisien. Masa depan platform PC Android ada pada kemampuan chipset untuk menawarkan performa, efisiensi, dan kapabilitas AI next-gen, dan itu hanya bisa dicapai jika mereka nggak stuck di chipset lama.
Pax Insight
Meskipun bocoran ini berfokus pada hardware, penting untuk melihatnya dalam konteks tren software dan interface. Dengan adanya prediksi bahwa keyboard akan segera obsolete dan digantikan oleh AI berbasis suara di workplace pada tahun 2028 (seperti yang dilaporkan oleh LSE dan Jabra), platform PC Android harus dipersiapkan dengan NPU (Neural Processing Unit) yang kuat.
Chipset Snapdragon X Elite dan X2 Elite memang dikenal memiliki NPU yang canggih untuk memproses AI secara lokal (on-device). Jadi, mungkin saja para vendor laptop akan mullai bereksperimen membuat sebuah perangkat PC atau laptop yang hadir tanpa keyboard, menyesuaikan tren di masa depan.



