Gawai
Rabu, 24 September 2025 17:03 WIB

Google dan Qualcomm kembangkan komputer berbasis Android

Qualcomm dan Google berkolaborasi untuk menciptakan PC bertenaga Android, membawa Gemini dan lainnya lebih dekat ke pengguna.

Qualcomm dan Google dikabarkan sedang mengerjakan proyek baru untuk industri komputasi pribadi. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan PC yang ditenagai oleh Android, menggabungkan keunggulan terbaik dari PC dan smartphone.

Pada acara Snapdragon Summit 2025, CEO Qualcomm Cristiano Amon dan Senior Vice President Google Rick Osterloh membahas tentang masa depan komputasi. Amon mengatakan bahwa selama ini PC dan smartphone selalu memiliki sistem yang berbeda, dan proyek ini bertujuan untuk menggabungkan hal tersebut.

Konvergensi Mobile dan PC

Amon mengaku sudah melihat produk ini dan menyebutnya "luar biasa". Dilansir dari laman Wccftech (25/9), produk ini mewujudkan visi konvergensi antara mobile dan PC. Osterloh juga menambahkan, proyek ini akan memanfaatkan semua pekerjaan yang telah mereka lakukan pada AI stack dan membawa model Gemini, asisten, aplikasi, dan komunitas pengembang mereka ke ranah PC.

Semua yang dibahas di atas panggung dijaga kerahasiaannya, tetapi ada indikasi bahwa Qualcomm dan Google sedang bekerja sama untuk memastikan bahwa penggabungan Android dan Chrome OS dapat terwujud dengan cepat. Google telah menunjukkan bahwa platform smartphone-nya dapat diperluas menjadi mode desktop dengan manajemen jendela yang ditingkatkan dan dukungan untuk monitor eksternal.

Menantang Pasar dengan Inovasi

Dengan chipset Snapdragon yang semakin bertenaga, PC bertenaga Android ini diharapkan akan menawarkan fungsionalitas dan konektivitas yang jauh lebih baik daripada Chromebook. Meskipun belum ada lini waktu resmi untuk produk ini, para penggemar teknologi sangat menantikan kehadiran produk baru dari Qualcomm dan Google ini.

Pax Insight

Meski berambisi, namun hingga saat ini tingkat penggunakan laptop berbasis ChromeOS besutan Google masih sangat rendah. Selain memiliki spesifikasi yang sangat terbatas, dukungan aplikasi juga menjadi salah satu hal yang cukup diperhatikan oleh pengguna.

Banyak aplikasi yang dapat berjalan dengan mulus di tablet atau smartphone, namun tak dapat berjalan di ChormeOS. Memang, sebelumnya ada wacana mengenai Google yang ingin membuat sistem operasi Android terasa lebih mirip penggunaan "Windows atau MacOS".

Namun, jika pengembang tidak tertarik untuk mengoptimalkan aplikasi mereka di platform baru ini, ada kemungkinan penetrasi pengguna akan stagnan.