Samsung dikabarkan tanpa sengaja telah mengungkap kehadiran kacamata pintar besutannya. Informasi ini diketahui dari changelog pembaruan rutin di aplikasi Nearby Device Scanning.
Dalam changelog di versi terbaru aplikasi tersebut, ada informasi yang menyebut dukungan untuk fitur Glasses quick pair and battery pop up. Padahal, kacamata pintar itu belum diperkenalkan ke publik.
Apa yang menarik?
Melalui pembaruan ini, Samsung secara tidak langsung menyatakan kalau mereka sudah siap menyambut ekosistem wearable terbaru, terutama dari sisi software.
Fitur Quick Pair pun memastikan kalau kacamata ini akan terintegrasi mulus dengan ekosistem Galaxy. Pengalaman yang sama seperti ketika pengguna menyambungkan Galaxy Buds ke smartphone.
Bocoran kacamata pintar Samsung
- Solusi tanpa layar: Mengingat generasi pertama kacamata ini diprediksi tidak memiliki layar, fitur battery pop-up di ponsel menjadi sangat krusial. Jadi, pengguna bisa memantau sisa daya tanpa harus bergantung pada asisten suara.
- Audio bone conduction: Perangkat ini kemungkinan besar menggunakan speaker bone conduction. Munculnya notifikasi visual di ponsel juga menghindarkan pengguna dari interupsi suara asisten digital yang tiba-tiba muncul.
- Desain konvensional: Secara visual, kacamata ini mengusung gaya Wayfarer yang klasik. Desain ini dipilih agar mendukung pemakaian sehari-hari dan lebih mudah diterima pengguna.
Pax insight
Menurut laporan, kacamata pintar Samsung ini akan menjalankan sistem operasi Android XR. Ada kemungkinan informasi ini akan diungkap singkat pada gelaran Google I/O pada Mei 2026.



