DJI baru saja mengumumkan Neo 2, drone swafoto terbaru yang merupakan penyempurnaan dari versi original tahun lalu. Model yang ditingkatkan ini mencakup banyak fitur baru yang membuat drone ini lebih aman dan lebih mudah digunakan, sebagaimana dilansir dari Engadget.
Upgrade terbesar di sini adalah penyertaan sensor lidar untuk penghindaran rintangan. Lidar dipasangkan dengan sensor inframerah yang mengarah ke bawah, sehingga drone akan jauh lebih aman saat mengikuti pengguna selama penerbangan. Drone ini masih memiliki penjaga terintegrasi untuk melindungi baling-baling, tetapi sistem sensor rintangan baru menambahkan ketenangan pikiran lebih.
Drone juga sekarang memungkinkan kontrol gestur, yang sangat berguna saat merekam video swafoto yang bergerak cepat. Kamu dapat menyesuaikan posisi dan jarak dengan menggerakkan tangan mereka. Neo 2 masih mendukung pengontrol gerakan dan pengontrol jarak DJI RC-N3.
Kecepatan maksimum telah ditingkatkan menjadi hampir 43 kilometer per jam, jauh lebih cepat daripada kecepatan drone versi awal. DJI mengatakan bahwa drone ini lebih baik menangani kondisi cuaca sulit, karena dapat mempertahankan terbang stabil dalam angin hingga sekitar 39 kilometer per jam.
Daya tahan baterai lebih baik, dengan baterai yang dapat diisi ulang berkapasitas lebih besar 1.606 mAh yang dapat digunakan hingga 19 menit per pengisian daya. Drone versi awal mendapat sekitar 14 hingga 17 menit per pengisian daya. Kamera sekarang menggunakan gimbal sumbu ganda untuk stabilitas yang lebih baik, meskipun memiliki sensor setengah inci yang sama dengan drone asli. Namun, bidang pandang telah diperluas dan dapat menangkap video 4K hingga 60 fps, naik menjadi 100 fps saat drone dikendalikan secara manual.
Penyimpanan internal telah ditingkatkan hingga 49 GB, dari 22 GB. Semua upgrade ini membuat drone sedikit lebih berat daripada yang asli, pada 151 gram dibandingkan 135 gram. Jika daya tahan baterai dan kecepatan lebih baik, maka berat tambahan tidak terlalu penting.
Neo 2 saat ini hanya tersedia di Tiongkok. Engadget menyebut drone versi awal "drone seharga USD 200 terbaik yang pernah dibuat" sehingga mereka berharap DJI akan melakukan rilis yang lebih luas sesegera mungkin. Berita baiknya? Harganya seharusnya tetap relatif sama, karena biayanya 1.499 yuan Tiongkok (USD 211 atau sekitar Rp 3,5 juta).



