Ayaneo kembali menunjukkan ambisinya di pasar handheld PC lewat Ayaneo Next II, perangkat genggam Windows berlayar raksasa yang siap menantang laptop gaming tipis, dilansir dari Engadget. Alih-alih mengejar bentuk ringkas, Ayaneo justru mengusung konsep “besar dan bertenaga” untuk memaksimalkan pengalaman bermain game AAA di genggaman.
Next II dibekali layar OLED 9,06 inci dengan resolusi 2.400 x 1.504 piksel dan refresh rate variabel mulai 60 hingga 165 Hz. Artinya, tampilan bisa diatur antara hemat daya atau super mulus sesuai kebutuhan. Di dalamnya tertanam chip AMD Ryzen AI Max+ 395 yang ditopang baterai raksasa 115 Wh, membuatnya lebih mirip laptop gaming mungil ketimbang sekadar konsol genggam.
Untuk kontrol, Ayaneo tidak setengah-setengah. Next II memakai joystick dan trigger berbasis sensor Hall yang dirancang tahan drift dan deadzone, plus dua touchpad pintar di depan yang bisa dipetakan ulang untuk gerakan, gesture, atau tombol tambahan. Di belakang, ada empat tombol ekstra dan empat tombol khusus lain yang bisa dikustomisasi untuk macro, shortcut, atau perintah cepat di game favorit.
Ayaneo memang belum mengumumkan harga resmi. Namun, mengingat flagship sebelumnya, Ayaneo Kun, bisa tembus sekitar 1.700 dolar AS (Rp26,7 juta) dalam konfigurasi penuh, banyak yang memperkirakan Next II akan menyasar pembeli di kisaran 2.000 dolar AS (Rp31,4 juta) atau bahkan lebih. Dengan spesifikasi seperti ini, jelas perangkat ini bukan untuk semua orang, melainkan untuk gamer yang benar-benar ingin performa maksimal tanpa peduli ukuran dan bobot.
Perusahaan juga belum memberi klaim daya tahan baterai. Dengan layar besar, refresh rate tinggi, dan chip bertenaga, kecil kemungkinan Next II sanggup dipakai seharian penuh tanpa pengisian ulang. Namun kapasitas 115 Wh tetap menjanjikan waktu main yang lebih panjang dibanding banyak handheld lain di kelasnya.
Pax Insight
Ayaneo Next II menunjukkan satu arah masa depan handheld PC: bukan lagi sekadar “Switch versi PC”, tetapi perangkat kelas premium yang menjembatani kenyamanan konsol genggam dan brutalnya performa laptop gaming. Ini bukan soal praktis atau ringan, melainkan soal memberikan opsi ekstrem bagi gamer yang ingin kualitas visual, kontrol, dan tenaga kelas atas dalam satu perangkat portabel, meski harus membayar mahal dalam rupiah maupun dalam bobot yang harus dibawa.



