Gawai
Jumat, 24 Juli 2026 15:08 WIB

ASUS dan Apple bertahan meski pasar PC global turun 4%

Counterpoint ungkap penurunan pasar PC global turun 4%, hanya ASUS dan Apple yang tak terimbas.

Laporan riset pasar terbaru dari Counterpoint Research untuk kuartal kedua Q2 tahun 2026 ungkap data mengejutkan, dimana terdapat penurunan industri komputer personal PC global sebesar 4 persen dibanding tahun sebelumnya. Total pengiriman PC dunia tertahan di angka 65 juta unit, menghentikan tren pertumbuhan positif yang sempat berjalan sejak awal tahun 2025 lalu. Penurunan ini dipicu langsung oleh krisis kelangkaan serta lonjakan harga komponen memori DRAM yang kian parah di pasar internasional.

Hanya dua perusahaan yang bertahan

Melonjaknya harga komponen memori hingga lebih dari dua kali lipat memaksa para produsen PC menaikkan harga jual produk secara signifikan. Kondisi ini menekan minat beli konsumen secara merata di segmen PC, telepon pintar, hingga konsol gim. Di tengah situasi krisis pasokan tersebut, mayoritas raksasa teknologi mengalami kemerosotan pengiriman produk, di mana hanya ASUS dan Apple yang berhasil mencatatkan pertumbuhan positif berkat strategi diversifikasi gawai berbasis kecerdasan buatan AI serta peluncuran gawai baru yang sukses.

Apa saja detailnya?

Ketahanan Lenovo dan Keberhasilan Peluncuran MacBook Neo milik Apple

  • Efisiensi Rantai Pasok Lenovo dan Segmen Korporasi Dell: Lenovo berhasil mempertahankan tahta kepemimpinan pasar dengan volume pengiriman 16,6 juta unit meski turun 2 persen. Kedalaman hubungan rantai pasok serta skala pembelian masif Lenovo sukses meredam dampak terburuk krisis memori. Sementara itu, HP mengalami penurunan paling tajam sebesar 8 persen karena portofolio produknya didominasi segmen menengah yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga. Dell menyusul turun 6 persen, namun segmen bisnis korporasi berhasil menyelamatkan Dell dari kehancuran total.
  • Lonjakan Apple dan Agilitas ASUS pada Format AI PC: Apple mencatatkan lompatan pertumbuhan fantastis sebesar 13 persen berkat kesuksesan peluncuran seri anyar MacBook Neo. Di sisi lain, ASUS tumbuh positif 4 persen berkat kelincahan mereka dalam mengadopsi chip silikon generasi baru secara cepat. Langkah ASUS mendukung format AI PC secara agresif mulai dari seri Vivobook hingga ProArt berhasil memikat perhatian para pengguna awal early adopters.

Pergeseran Menuju Segmen Premium AI PC dan Prediksi Kelangkaan Jangka Panjang

  • Fokus Pasar Bergeser ke Produk Premium: Karena harga komponen memori dan media penyimpanan diproyeksikan bakal naik lagi di atas 50 persen dalam beberapa bulan ke depan, pabrikan PC mulai mengalihkan fokus dari segmen pemula ke segmen Premium AI PC. Performa tinggi serta kemampuan analisis AI lokal pada perangkat premium ini membuat kenaikan harga jual menjadi lebih mudah diterima oleh konsumen.
  • Proyeksi Krisis Memori Berdurasi Panjang: Associate Director Counterpoint Research David Naranjo memaparkan bahwa krisis memori kini bukan lagi sekadar gangguan pasokan jangka pendek, melainkan faktor utama yang mengubah arah industri PC. Produsen komponen memori bahkan memperkirakan bahwa situasi kelangkaan ini dapat berlangsung hingga kurun waktu yang sangat panjang, sebab penambahan kapasitas pabrik dari tiga raksasa memori utama sudah terkunci oleh kontrak jangka panjang bersama korporasi AI global.

Pax insight

Laporan pasar PC di pertengahan bulan Juli 2026 ini membuktikan bahwa dinamika industri komputer global telah bergeser dari mengejar volume pengiriman menjadi mengejar nilai tambah produk value creation. Keikutsertaan chip terbaru seperti Intel Core Series 3 berbasis arsitektur 18A serta penyegaran AMD Ryzen belum cukup kuat menahan dampak lonjakan harga memori dunia.

Bagi para konsumen, transisi menuju era AI PC dengan label harga yang lebih tinggi akan menjadi realitas baru yang harus dihadapi saat hendak membeli perangkat komputer baru dalam beberapa tahun ke depan.