Apple tampaknya sedang merancang cara yang lebih praktis untuk menghadirkan konten mixed-reality ke pengguna. Kacamata pintar perusahaan ini, khususnya versi generasi kedua, dilaporkan akan memberikan banyak fleksibilitas mengenai jumlah sistem operasi yang dapat dijalankannya.
Menurut laporan terbaru, smart spectacles ini dapat menjalankan platform yang berbeda, tergantung pada device mana ia terhubung. Dilansir dari laman Wccftech (14/10),
Mark Gurman telah membahas pengembangan kacamata pintar generasi kedua Apple.
Gurman sebelumnya menyatakan bahwa perangkat generasi pertama — yang diharapkan diluncurkan sekitar tahun 2027 — akan hadir tanpa layar. Kacamata pintar screenless ini berpotensi mengecewakan banyak calon pelanggan karena menghilangkan komponen krusial, sehingga versi kedua diprediksi akan menawarkan proposisi yang lebih menarik.
Laporan tersebut menyatakan bahwa smart glasses generasi kedua Apple akan menjalankan visionOS sepenuhnya ketika terhubung ke Mac. Sebaliknya, interface yang kurang intensif sumber daya akan dijalankan ketika terhubung ke iPhone.
Namun, Apple juga dilaporkan telah mengeksplorasi ide agar perangkat ini harus tersambung ke produk Apple lain untuk memperluas fitur dan meningkatkan pengalaman pengguna. Meskipun menghubungkan smart glasses ke Mac atau iPhone menggunakan kabel dapat menawarkan pengalaman yang paling andal dan bebas lag, ini akan terasa merepotkan.
Ada spekulasi bahwa Apple akan mencari cara untuk membuat smart glasses ini terikat secara nirkabel, mirip seperti AirPods Pro 3 yang dapat terhubung ke iPhone secara seamless menggunakan chip H2 kustom.
namun perlu diingat bahwa Apple tidak akan ragu menunda produknya jika performa tidak sesuai ekspektasi. Konsep menghubungkan smart glasses ke Mac atau iPhone memang terdengar 'keren'.
Namun, faktor 'keren' yang sebenarnya akan terwujud dengan sepasang spectacles yang berdiri sendiri (standalone), yang memiliki semua internal yang diperlukan layaknya iPhone dan dapat memberikan pengalaman yang sama.
Apple juga dilaporkan pernah membatalkan iterasi awal smart glasses karena khawatir peluncurannya tidak akan berhasil. Hal ini menunjukkan kehati-hatian Apple dalam memasuki kategori baru.



