Perkembangan AI yang super cepat bikin persaingan di antara para raksasa teknologi semakin sengit. Beberapa bulan setelah meluncurkan Grok 4, xAI merilis model AI terbarunya, yaitu Grok 4 Fast. Model ini diklaim lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan pendahulunya.
Menurut xAI, Grok 4 Fast menawarkan performa yang mirip dengan Grok 4, tetapi menggunakan 40% lebih sedikit thinking tokens. Ini menghasilkan "pengurangan harga 98% untuk mencapai performa yang sama dengan Grok 4 pada benchmark terdepan," baik untuk tugas yang melibatkan penulisan kode maupun menjelajah web untuk mendapatkan respons cepat.
Dilansir dari laman Engadget (22/9), mirip dengan GPT-5 dari OpenAI, pembaruan terbaru xAI ini mencakup arsitektur terpadu yang dapat beralih antara penanganan permintaan kompleks dengan model "penalaran" dan respons cepat melalui model "non-penalaran".
Dalam tes di LMArena, sebuah platform yang mengadu model AI satu sama lain, Grok 4 Fast menempati peringkat pertama dalam tugas-tugas terkait pencarian dan peringkat kedelapan dalam tugas-tugas terkait teks.
xAI membuat Grok 4 Fast tersedia untuk semua pengguna, termasuk yang gratis, di web, iOS, dan Android. Namun, dengan semakin ketatnya persaingan LLM, hanya masalah waktu sebelum Google merilis versi Gemini generasi berikutnya atau Anthropic memperbarui model Claude Opus di luar versi 4.1 yang baru dirilis.
Peluncuran ini dilakukan setelah peluncuran Grok 4 dan insiden chatbot yang sangat bermasalah, di mana Grok 4 memicu "meltdown antisemitik". Dengan merilis model terbaru ini, perusahaan Elon Musk tampaknya mencoba untuk move on.



