AI
Jumat, 10 Juli 2026 20:04 WIB

Samsung siapkan chip untuk akselerator AI di komputer

Samsung dilaporkan sedang mengembangkan GAIA, chip AI accelerator khusus untuk PC dengan pemrosesan 4nm.

Samsung dilaporkan sedang menggarap chip baru yang bisa meningkatkan kemampuan AI di PC secara signifikan. Chip yang disebut dengan nama GAIA ini akan digambarkan sebagai akselerator AI khusus untuk PC, yang bertugas mempercepat komputasi AI. 

Menariknya, laporan menyebut Samsung sudah mengirim purwarupa chip ini ke produsen PC ternama seperti HP dan Lenovo sebagai validasi performa. 

Apa yang menarik? 

Selama ini, laptop dengan kemampuan AI mumpuni biasanya membutuhkan prosesor kelas atas dari Intel, AMD, atau Qualcomm yang memiliki NPU (Neural Processing Unit) bawaan. 

Jika Samsung benar-benar berhasil membuat chip AI terpisah yang bisa dipasangkan dengan hardware lain, ini bisa membuka era baru di mana laptop kelas menengah pun bisa menjalankan AI dengan baik. 

Apa itu GAIA? 

GAIA adalah chip yang dirancang khusus untuk mempercepat pekerjaan AI di PC. Beberapa detail teknis yang sudah bocor:

  • Nama: GAIA
  • Kategori: AI Accelerator untuk PC
  • Proses manufaktur: 4nm (Samsung)
  • Arsitektur: Memory-centric
  • Komponen utama: NPU yang dioptimalkan
  • Target penggunaan: Tugas AI on-device (di perangkat)

Chip ini dibangun dengan pendekatan yang dibuat lebih dekat dengan memori, sehingga mengurangi waktu tunggu untuk mengambil data yang dibutuhkan. Untuk beban kerja yang butuh waktu banyak akses data cepat, arsitektur ini bisa memberikan peningkatan performa yang signifikan. 

Ide di balik GAIA sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru bagi Samsung. Konsep ini sebenarnya mirip dengan NPU di chipset Exynos yang ada di smartphone Samsung. 

Yang menarik, Samsung dilaporkan berencana mengintegrasikan GAIA dengan PIM (Processing-in-Memory), teknologi DRAM generasi baru yang sedang mereka kembangkan.

Selam ini, cara kerja komputer adalah CPU meminta data dari memori, lalu memori mengirim data, dan CPU memproses. Proses bolak-balik ini membutuhkan waktu dan energi. 

Sementara PIM mengubah paradigma ini dengan membiarkan chip memori melakukan komputasi langsung pada data yang tersimpan, mengurangi kebutuhan transfer data antara CPU dan memori.

Pax insight

Jika kabar ini benar, chip menandai langkah strategis Samsung untuk melakukan diversifikasi bisnis semikonduktornya melampaui memori dan chipset mobile. 

Selama ini, Samsung dominan di dua area yakni memori dan Exynos untuk ponsel. Masuk ke pasar akselerator AI PC adalah langkah berani, karena segmen ini sudah punya pemain kuat seperti Intel, AMD, Qualcomm, dan Nvidia. 

Yang jadi perhatian adalah posisi chip ini nantinya, mengingat dengan kemampuan yang ditawarkan, chip ini akan cocok untuk perangkat kelas menengah. Karenanya, menarik untuk menanti informasi resmi dari Samsung.