AI
Kamis, 26 Februari 2026 02:49 WIB

Samsung Galaxy Unpacked 2026 : Fokus ke AI

Menurut tim redaksi pax.id, di ajang Galaxy Unpacked 2026 ini, Samsung lebih fokus ke AI. Apakah AI akan jadi masa depan smartphone?
Samsung AI di Galaxy S26 Series

Ajang Galaxy Unpacked menjadi salah satu ajang yang cukup dinantikan oleh penggemar teknologi. Mereka berharap melihat peningkatan signifikan dari generasi sebelumnya. Tapi, entah mengapa, di ajang Galaxy Unpacked 2026 ini terasa kurang menggairahkan. Apa yang berbeda?

Fokus ke AI

Dalam ajang ini, Samsung seakan ingin mengukuhkan posisi Galaxy S26 Series sebagai "Agentic AI Phone". Fokus utamanya bukan lagi sekadar asisten pasif, melainkan AI yang proaktif (mengantisipasi kebutuhan sebelum diminta), diimbangi dengan perombakan total pada sistem privasi dan keamanan tingkat perangkat keras.

Sistem ini dirancang bekerja senyap di latar belakang (background) untuk memangkas langkah manual Anda. Berikut fitur yang mereka tawarkan hadir di Galaxy S26 Series :

  • Now Nudge & Now Brief: AI memberikan saran kontekstual. Misalnya, otomatis menyodorkan foto liburan di layar saat teman memintanya via chat, atau memperingatkan jika ada jadwal yang bentrok saat Anda menerima undangan meeting.
  • Circle to Search Lebih Cerdas: Kini mampu mengidentifikasi banyak objek sekaligus dalam satu gambar (contoh: menyorot jaket dan sepatu secara bersamaan).
  • Ekosistem Asisten (Bixby, Gemini, Perplexity): Bixby kini jauh lebih luwes merespons bahasa natural. Selain itu, Anda bisa mendelegasikan tugas rumit multi-langkah—seperti memesan taksi atau mengoordinasikan jadwal—hanya lewat satu perintah suara santai ke Gemini.

Perlindungan di era AI

Kecerdasan buatan membutuhkan data personal, dan Samsung menguncinya dengan perlindungan berlapis. Dan ini bagaimana mereka memastikan kita aman baik saat menggunakan AI atau saat ada di tempat umum :

  • Privacy Display (Khusus S26 Ultra): Inovasi layar revolusioner yang berfungsi seperti anti-spy glass bawaan. Hardware dan software bekerja sama untuk membatasi sudut pandang dari samping saat Anda membuka aplikasi sensitif (seperti m-banking atau PIN), tanpa membuat layar redup dari sudut pandang depan.
  • Call Screening & Privacy Alerts: AI akan merangkum tujuan penelepon tak dikenal, serta memberi peringatan real-time jika ada aplikasi yang diam-diam mencoba mengakses lokasi presisi atau kontak Anda.
  • Private Album: Sembunyikan foto/video sensitif langsung di dalam aplikasi Galeri tanpa perlu membuat folder terpisah.
  • Keamanan Kriptografi Kuantum (PQC): Mengamankan sistem perangkat dari ancaman siber masa depan, didukung oleh keamanan fisik Knox Vault yang mengisolasi data di chip tersendiri.

Kemudahan ini pun meluas ke Galaxy Buds4 Series. Saat dihubungkan, Anda dapat memerintah AI lewat suara tanpa menyentuh ponsel, atau menggunakan gestur kepala (Head Gestures pada Buds4 Pro) untuk menerima/menolak panggilan saat tangan Anda sedang sibuk.

Pax insight

Dengan meningkatnya tren penggunaan AI, Samsung tampaknya ingin membuat Galaxy S26 Series sebagai smartphone yang benar-benar siap untuk AI. Hal ini ditunjukkan dengan sekitar 60 persen presentasi yang diisi dengan AI, sedangkan pengungkapan spesifikasi terasa sangat singkat.

Jika melihat spesufikasi, harus diakui tidak ada peningkatan berarti, hanya terlihat ada peningkatan di CPU dan kamera yang dapat menangkap gambar dan video di malam hari dengan lebih sempurna. Apakah ini hanya skeptisisme kami atau kalian setuju dengan pernyataan kami? Untuk membuktikannya, kami akan melakukan indepth review Galaxy S26 Series sebentar lagi.