Google mengumumkan peluncuran fitur-fitur baru bertenaga AI untuk booking dan merencanakan perjalanan melalui fitur Search. Raksasa teknologi ini memperluas ketersediaan tool “Flight Deals” dan menambahkan kemampuan baru untuk mengatur rencana perjalanan dengan tool “Canvas” di AI Mode. Mereka juga meluncurkan kemampuan agentic booking ke lebih banyak pengguna.
Flight Deals pertama kali diluncurkan di Amerika Serikat, Kanada, dan India pada bulan Agustus. Sekarang, alat pencarian AI Google Flights membantu pengguna di seluruh dunia menemukan destinasi liburan dengan harga tiket pesawat yang murah.
Ekspansi Flight Deals ini mencakup lebih dari 200 negara, termasuk negara-negara top seperti Inggris, Prancis, Jerman, Meksiko, Brasil, Indonesia, Jepang, dan Korea. Selain itu, fitur ini mendukung lebih dari 60 bahasa, yang membuatnya lebih mudah digunakan oleh banyak orang.
Dilansir dari laman Techcrunch (18/11), Google menjelaskan di blog, “Seketika, Anda akan mendapatkan rencana di side panel Canvas yang menggabungkan data real-time dari Search untuk penerbangan dan hotel." Rencana tersebut juga menampilkan detail dari Google Maps, seperti foto dan ulasan, serta informasi relevan dari situs-situs di seluruh web.
Pengguna akan menemukan rekomendasi yang sesuai dengan kriteria mereka, seperti perbandingan hotel berdasarkan harga dan fasilitas, atau ide aktivitas yang dioptimalkan berdasarkan waktu tempuh. Bahkan, pengguna dapat mengajukan pertanyaan lanjutan dan mendapatkan bantuan dalam membuat keputusan sulit.
Kedepannya, Google berencana menghadirkan opsi pemesanan langsung untuk tiket pesawat dan hotel lewat AI Mode. Penggunakan bisa membandingkan jadwal, harga, foto kamar, fasilitas, dan ulasan sebelum menyelesaikan pemesanan langsung di dalam mode tersebut.
Pax Insight
Kehadiran Flight Deals berpotensi membantu pengguna menemukan promo tiket tanpa harus memeriksa banyak situs. Selain itu, fitur Canvas bisa menarik perhatian traveler muda yang suka membuat itinerary cepat dan ringkas. Dengan berbagai destinasi populer seperti Jepang, Korea, dan Eropa yang semakin diminati, fitur AI ini bisa jadi alat andalan untuk merencanakan perjalanan dengan lebih mudah dan efisien.



