AI
Senin, 27 Oktober 2025 09:03 WIB

OpenAI kembangkan AI untuk membuat musik hanya dari teks

OpenAI dikabarkan sedang mengembangkan alat yang dapat menghasilkan musik dari text dan audio prompts yang menggandeng The Juilliard School.

OpenAI dikabarkan sedang intensif mengembangkan alat yang berpotensi merevolusi industri musik, yakni sebuah alat yang dapat menghasilkan musik hanya dari perintah teks dan audio. Perusahaan tersebut dikabarkan telah menggandeng mahasiswa dari The Juilliard School untuk membantu dalam proses pembuatan data pelatihan.

Dilansir dari laman Engadget (27/10), sebuah sumber yang mengetahui proyek ini mengatakan bahwa OpenAI membayangkan sebuah sistem yang dapat digunakan, misalnya, untuk menghasilkan iringan gitar untuk sebuah trek vokal yang sudah ada, atau menambahkan musik ke dalam video secara instan.

Meskipun belum ada detail resmi mengenai seberapa jauh upaya OpenAI ini, salah satu sumber menyebut bahwa mahasiswa Juilliard direkrut untuk melakukan anotasi skor musik. Data yang dianotasi ini kemungkinan akan digunakan untuk melatih model AI baru tersebut.

Ini bukan kali pertama OpenAI mencoba peruntungan di AI pembuat musik, dan langkah ini sejalan dengan tren yang kian marak di perusahaan startup lain, seperti Suno dan ElevenLabs, yang juga meluncurkan tool musik berbasis AI mereka sendiri.

Pax Insight

Meski terdengar mengensankan, namun semenjak Generative AI berkembang, sudah banyak artis yang mengecam kehadiran teknologi tersebut. Industri musik sudah dipenuhi spam AI yang mulai mengacaukan platform streaming.

Kita juga sempat dihebohkan oleh kasus The Velvet Sundown, sebuah band fiktif yang lagu-lagunya dihasilkan AI dan berhasil menipu media, memicu perdebatan besar tentang otentisitas dan hak cipta. Jelas, ini baru permulaan dari isu yang lebih besar.

Tapi, kembali lagi situasi ini menyoroti dilema yang dihadapi OpenAI. Di satu sisi, mereka sedang berusaha menciptakan alat yang mendemokratisasi kreasi musik. Di sisi lain, mereka harus menghadapi kekhawatiran etika dan hak cipta. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Anthony Aguirre, Executive Director Future of Life Institute, bahwa perusahaan AI dan sistem ekonomi telah memilihkan jalur ini tanpa bertanya kepada publik apakah ini yang diinginkan.

Menurut kamu, seberapa besar dampak AI terhadap pekerjaan musisi di Indonesia dalam lima tahun ke depan?