AI
Sabtu, 1 November 2025 13:59 WIB

Nvidia tanam $1 miliar di Nokia, AI-RAB ganti jaringan 5G/6G

Nvidia investasikan $1 miliar di Nokia demi AI-RAN. Ubah jaringan 5G/6G jadi lebih cerdas, libatkan Dell dan uji coba T-Mobile 2026.
Nvidia

Nvidia resmi berinvestasi $1 miliar sekitar Rp16 triliun di Nokia untuk mempercepat pengembangan jaringan 5G dan 6G berbasis AI. Langkah ini memberi Nvidia kepemilikan 2,9% saham di perusahaan asal Finlandia tersebut. Kolaborasi ini berfokus pada integrasi AI dan radio access network (RAN), sistem jaringan yang bisa “berpikir” dan beradaptasi melalui komputasi cerdas di setiap node konektivitas.

Dilansir dari laman Gizmochina (31/10), sebagai bagian dari kesepakatan Nvidia akan membeli sekitar 166,4 juta saham baru Nokia dengan harga $6,01 per lembar, menunggu persetujuan dari regulator. Nokia akan menggunakan dana ini untuk meningkatkan solusi cloud dan data center-nya serta mempercepat riset software RAN berbasis AI. 

Selain itu, Nokia akan meningkatkan teknologi optik dan switching untuk mendukung infrastruktur generasi berikutnya yang siap menjalankan beban kerja AI di tepi jaringan. Tujuan kolaborasi ini memanfaatkan CUDA dan platform AI Nvidia yang diintegrasikan langsung ke sistem telekomunikasi Nokia, agar jaringan bisa memroses data AI lebih dekat ke pengguna bukan hanya di server pusat. 

Operator besar seperti T-Mobile US telah berpartisipasi dalam tahap awal proyek ini. Pada tahun 2026, skalabilitas, efisiensi daya, dan performa akan diuji di lapangan. Justin Hotard CEO Nokia, menyebut kerja sama ini sebagai “redesain fundamental” cara jaringan beroperasi, sementara Jensen Huang dari Nvidia menggambarkannya sebagai langkah menuju “sistem saraf digital” bagi ekonomi modern”.

Dell Technologies, bersama dengan Nokia dan Nvidia, masuk ke ekosistem baru ini, dengan membuka peluang masa depan untuk integrasi data center dan edge computing. Proyek ini memiliki potensi untuk menjadi tonggak besar menuju era 6G yang cerdas dan adaptif jika berhasil. 

Pax Insight 

Investasi $1 miliar Nvidia di Nokia menunjukkan bahwa masa depan 5G dan 6G sangat bergantung pada hardware dan platform AI (CUDA). Buat industri telekomunikasi, langkah ini bisa jadi sinyal kuat kalau di masa depan jaringan bukan hanya kecepatan tetapi juga kecerdasan. Bayangkan jika operator lokal bisa pakai sistem AI-RAN, jaringan bisa otomatis menyesuaikan kapasitas saat konser besar atau bencana tanpa campur tangan manual.

Selain itu, kolaborasi ini berpotensi membuka peluang karir baru di bidang AI network engineering, bidang yang lagi populer banget di dunia teknologi. Kalau Indonesia bisa ikut adopsi teknologi kayak gini melalui kolaborasi global, bukan tidak mungkin kita bakal lihat operator lokal jadi bagian dari revolusi 6G di masa depan.