Persaingan di industri chip AI semakin memanas, dan kali ini, dua raksasa semikonduktor, NVIDIA dan AMD, mengumumkan kolaborasi fantastis yang menggarisbawahi era baru komputasi yang haus daya.
Setelah didominasi oleh NVIDIA, kini AMD muncul sebagai penantang serius. Kedua perusahaan telah menandatangani kesepakatan bernilai triliunan Rupiah dengan OpenAI, yang secara langsung akan membentuk infrastruktur AI di Amerika Serikat dan global.
Dilansir dari laman Wccftech (7/10), NVIDIA mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI melalui letter of intent untuk menyuplai dan mendanai pembangunan infrastruktur raksasa. Perusahaan ini berniat untuk menginvestasikan hingga USD100 miliar atau sekitar Rp1.668,06 triliun ke OpenAI secara bertahap, seiring dengan deployment setiap gigawatt yang dibangun. Total pembangunan pusat data ini ditargetkan mencapai 10 gigawatt, yang akan membutuhkan jutaan GPU NVIDIA untuk menjalankan model-model generasi berikutnya dari OpenAI.
Fase pertama dari rencana ambisius ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2026. Infrastruktur ini akan dibangun di atas platform Vera Rubin milik NVIDIA. Jensen Huang, CEO NVIDIA, menjanjikan bahwa platform ini akan menjadi "langkah maju yang besar, besar, dan luar biasa" dari chip Blackwell generasi saat ini.
Di sisi lain, AMD berhasil mengamankan kesepakatan multi-year dan multi-generation dengan OpenAI untuk menyuplai GPU. Kolaborasi ini merupakan terobosan bagi AMD, yang telah berjuang selama bertahun-tahun untuk menantang dominasi NVIDIA.
Perjanjian ini mencakup deployment hingga 6 gigawatts GPU AMD Instinct, yang akan menjadikannya lead customer untuk chip MI450 dan rack-scale Helios pada skala masif.
AMD dan OpenAI akan memulai deployment 1 gigawatt pertama dari GPU Instinct MI450 series pada paruh kedua tahun 2026. CEO AMD, Lisa Su, memperkirakan kemitraan ini berpotensi menghasilkan pendapatan lebih dari USD100 miliar atau sekitar Rp1.668,06 triliun dalam beberapa tahun mendatang, yang secara efektif memposisikan AMD sebagai pemasok komputasi AI utama kedua setelah NVIDIA.
Kesepakatan besar antara NVIDIA dan AMD dengan OpenAI ini merupakan bagian dari inisiatif The Stargate Project, sebuah kemitraan strategis yang lebih besar. The Stargate Project adalah kolaborasi antara SoftBank, OpenAI, NVIDIA, Oracle, Arm, dan Microsoft dengan janji investasi total US$500 miliar atau sekitar Rp8.340,3 triliun di AS untuk infrastruktur AI.
OpenAI juga telah menandatangani kesepakatan dengan Oracle untuk membangun 4,5 gigawatt kapasitas pusat data yang akan menggunakan lebih dari 2 juta chip Oracle. Skala pembangunan AI ini menunjukkan bahwa infrastruktur komputasi telah menjadi dasar bagi ekonomi masa depan.
Selain investasi ke OpenAI, NVIDIA juga baru-baru ini melakukan sejumlah investasi strategis lainnya. Termasuk investasi USD5 miliar atau sekitar Rp83,403 triliun ke Intel dan pengeluaran lebihdari USD900 juta atau sekitar Rp14,013triliun untuk melisensikan teknologi AI dari startup Enfabrica. Investasi ini memperkuat posisi NVIDIA sebagai pemain sentral yang tidak hanya menjual chip, tetapi juga mendanai dan membangun fondasi AI global.
Instinct MI450 sendiri disebut-sebut AMD sebagai rilis yang sama pentingnya dengan EPYC Milan CPU di segmen pusat data. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat antara AMD dan NVIDIA, dunia komputasi dipastikan akan mendapatkan manfaat positif dari inovasi yang terus didorong oleh rivalitas ini



