AI
Rabu, 24 Desember 2025 13:03 WIB

NVIDIA dan AMD kembali bisa dagang di Tiongkok

NVIDIA dan AMD resmi kembali ke pasar Tiongkok. Chip H200 bakal dikirim Februari 2026 dengan pajak 25% di bawah kebijakan baru Donald Trump.

Gelombang ekspansi manufaktur cip Amerika Serikat ke pasar Tiongkok kembali bergulir dengan strategi yang jauh lebih agresif di penghujung tahun 2025. NVIDIA dan AMD kini tengah memperkenalkan solusi perangkat keras AI terbaru guna merebut kembali pangsa pasar yang sempat hilang akibat ketegangan geopolitik.

Meskipun dinamika kebijakan saat ini jauh lebih kompleks, kedua raksasa teknologi ini melihat peluang besar di tengah tingginya permintaan komputasi AI dari perusahaan-perusahaan teknologi besar di Negeri Tirai Bambu yang kesulitan melatih model bahasa besar menggunakan cip domestik.

Kebijakan Pajak 25 Persen: Kompromi Politik Gedung Putih

Kembalinya NVIDIA ke pasar Tiongkok tidak lepas dari terobosan kebijakan yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada pekan kedua Desember 2025. Pemerintah AS memberikan lampu hijau bagi NVIDIA untuk menjual unit pemrosesan grafis (GPU) Hopper H200 yang sangat bertenaga, namun dengan syarat pajak ekspor sebesar 25 persen.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pungutan 15 persen yang diterapkan pada model H20 sebelumnya. Langkah ini dinilai sebagai upaya moderat pemerintah AS untuk tetap mendulang pendapatan negara sekaligus menjaga kendali atas transfer teknologi ke Tiongkok.

Berdasarkan laporan terbaru dari Wccftech (24/12), NVIDIA telah memberi tahu para pelanggannya di Tiongkok bahwa pengiriman perdana cip H200 akan dimulai pada pertengahan Februari 2026. Batch pertama diperkirakan akan mencakup sekitar 40.000 hingga 80.000 unit cip yang diambil dari inventaris yang ada saat ini.

NVIDIA bahkan berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi pada kuartal kedua 2026 guna memenuhi lonjakan permintaan dari raksasa teknologi Tiongkok seperti Alibaba dan ByteDance yang sudah lama menantikan performa arsitektur Hopper yang lebih canggih.

Perlawanan Beijing dan Investigasi Keamanan terhadap H20

Meskipun akses resmi telah dibuka, tantangan di sisi internal Tiongkok tetap membayangi kembalinya Team Green. Pemerintah Beijing sempat menunjukkan resistensi terhadap model H20 sebelumnya dengan meluncurkan investigasi regulasi terkait dugaan adanya security backdoor. Di sisi lain, Tiongkok terus memperkuat kebijakan nasional yang memaksa raksasa AI domestik untuk memprioritaskan penggunaan cip dari produsen lokal seperti Huawei, Cambricon, dan BirenTech. Hal ini menciptakan situasi di mana NVIDIA harus bersaing ketat dengan sentimen kemandirian teknologi yang sedang digalakkan oleh Beijing.

AMD MI308: Alibaba Siapkan Pesanan Masif 50 Ribu Unit

Tidak mau kalah dari NVIDIA, AMD juga mencatatkan kemajuan signifikan melalui cip akselerator Instinct MI308 yang dirancang khusus untuk pasar Tiongkok. Laporan dari MLex mengungkapkan bahwa Alibaba berencana memesan hingga 50.000 unit MI308, menandai salah satu pesanan terbesar bagi AMD di kawasan tersebut.

Meskipun harus membayar biaya lisensi sebesar 15 persen kepada otoritas AS, cip MI308 tetap menjadi pilihan menarik bagi pengembang AI di Tiongkok karena harganya yang lebih kompetitif dan performa yang mumpuni untuk menjalankan inferensi model bahasa skala besar.

Meskipun Huawei dan produsen lokal lainnya telah menunjukkan peta jalan produk yang mengesankan, industri AI di Tiongkok masih menghadapi kendala besar dalam melatih model-model frontier. Teknologi NVIDIA dan AMD tetap menjadi pilihan utama bagi beban kerja pelatihan (training) karena ekosistem perangkat lunak seperti CUDA yang sudah sangat matang.

Jensen Huang, CEO NVIDIA, bahkan menyebutkan bahwa meskipun Tiongkok berkembang pesat, jarak teknologi antara AS dan Tiongkok saat ini masih sangat krusial, yang menjadi alasan utama mengapa permintaan terhadap cip AS tetap meledak meskipun dikenai pajak tinggi.

Masa Depan Perang Dagang Semikonduktor di Tahun 2026

Membukanya kembali "pintu masuk" bagi produsen cip AS ke Tiongkok membawa angin segar sekaligus ketidakpastian baru bagi rantai pasok global. Bagi NVIDIA, persetujuan penjualan H200 menjadi napas lega setelah sebelumnya harus merelakan potensi pendapatan senilai miliaran dolar akibat pemblokiran total. Memasuki tahun 2026, persaingan antara cip Barat dan upaya kemandirian Tiongkok diprediksi akan semakin sengit. Hasil akhir dari pertarungan ini akan sangat bergantung pada seberapa efektif produsen lokal Tiongkok dalam mengejar ketertinggalan teknologi serta kelanjutan kebijakan perdagangan di bawah administrasi Trump.