Zetrix AI Berhad, sebelumnya dikenal sebagai MY E.G. Services Berhad, resmi meluncurkan NurAI. Ini merupakan model bahasa besar (LLM) pertama di dunia yang memenuhi prinsip Syariah dan hukum Islam.
Peluncuran ini dilakukan bertepatan dengan ASEAN AI Malaysia Summit 2025 di Kuala Lumpur dan diresmikan oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi. NurAI hadir sebagai model AI yang tidak hanya mematuhi nilai-nilai Islam, tetapi juga mencerminkan perspektif negara berkembang (Global South).
NurAI menawarkan panduan sesuai prinsip Syariah pada berbagai topik, mulai dari isu kontemporer seperti hukum, peraturan, layanan kesehatan, dan keuangan, hingga tema klasik Islam yang mencakup sejarah, filsafat, dan kajian Al-Quran. Model ini menjadi alternatif dari LLM asal Barat dan Tiongkok yang seringkali tidak sesuai dengan nilai dan prioritas pembangunan negara-negara mayoritas Muslim.
Salah satu fitur unik NurAI adalah kanal Avatar AI, yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan avatar yang dirancang berdasarkan para ahli di berbagai bidang, termasuk hukum Islam dan keuangan Syariah. Avatar ini mampu memberikan panduan dan wawasan yang lebih mendalam, mirip pendamping AI pribadi dalam konsultasi keagamaan dan finansial. Kanal-kanal khusus ini dikembangkan bekerja sama dengan lembaga-lembaga ternama seperti INCEIF University dan berbagai pakar hukum Islam dunia.
NurAI tersedia dalam berbagai bahasa utama, yaitu Malaysia, Indonesia, Arab, dan Inggris, serta dapat diakses melalui platform desktop dan seluler. Platform ini menghadirkan antarmuka sederhana berbasis chat yang tetap mematuhi prinsip Syariah, melayani komunitas Muslim di seluruh dunia dengan pengalaman yang menyeluruh dan berlandaskan etika Islam.
Pengembangan NurAI didukung oleh Dewan Pengawas Syariah resmi dan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga agama terkemuka seperti JAKIM (Malaysia), MUI (Indonesia), International Islamic Fiqh Academy, dan Al-Azhar University Mesir. Hal ini memastikan NurAI tetap berorientasi pada prinsip dan etika Islam yang valid dan dapat dipercaya.
Strategi peluncuran dilakukan secara bertahap, dimulai dengan aplikasi freemium untuk segmen B2C di Malaysia dan Indonesia, menyediakan panduan umum dan fitur premium seperti kalkulator warisan dan anjuran bioetika medis. Fase berikutnya akan fokus pada integrasi kelembagaan melalui model B2B dan B2G, sehingga NurAI dapat digunakan oleh lembaga keuangan Syariah, platform fintech, badan sertifikasi halal, dan institusi hukum Syariah.



