Hibura
Rabu, 13 Agustus 2025 08:35 WIB

11 juta data pemain Steam di Asia Pasifik bocor

Kaspersky ungkap 11 juta akun game bocor di Asia Pasifik, termasuk Steam dan Epic, perlu tindakan pencegahan untuk keamanan digital.

Ancaman pencurian data semakin mengintai para gamer di kawasan Asia Pasifik. Data riset terbaru dari Kaspersky Digital Footprint Intelligence mengungkap kebocoran besar-besaran kredensial akun game pada tahun 2024, terutama di platform Steam. Sekitar 5,7 juta akun Steam berhasil dibobol melalui malware infostealer yang mencuri informasi login. Selain itu, terdapat 6,2 juta akun pada berbagai platform game global lain seperti Epic Games Store, Battle.net, Ubisoft Connect, GOG, dan aplikasi EA yang juga terkena dampak serangan serupa.

Indonesia menempati peringkat keempat di kawasan Asia Pasifik terkait jumlah kredensial Steam yang bocor, dengan hampir 70.000 akun terdampak. Thailand, Filipina, dan Vietnam berada di posisi atas dengan jumlah bocoran yang bahkan lebih tinggi. Data ini menunjukkan bahwa wilayah Asia Pasifik merupakan pusat ekosistem game terbesar dunia yang sekaligus menjadi sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan siber yang menggunakan malware untuk mengambil data penting para gamers.

Malware infostealer sering menyamar sebagai cheat game, mod tidak resmi, atau program yang tampak diunduh secara legal oleh para pemain. Ancaman ini tidak hanya membahayakan pengguna individu, namun juga berpotensi merembet ke sektor bisnis, ketika email perusahaan digunakan untuk pendaftaran akun game. Penjahat siber dapat memanfaatkan informasi bocor ini untuk menyusup ke jaringan perusahaan melalui karyawan yang kurang waspada.

Pakar Kaspersky, Polina Tretyak, menjelaskan bahwa serangan ini seringkali tidak langsung terlihat, karena data hasil peretasan bisa muncul berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian di forum gelap (dark web). Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk rutin memperbarui kata sandi dan memonitor aktivitas akun secara berkala guna mengurangi risiko kebocoran data yang berujung pada pencurian atau penyalahgunaan informasi.

Selain tindakan pribadi, perusahaan juga didorong untuk terus memantau pasar dark web secara proaktif agar bisa mendeteksi potensi ancaman lebih awal. Langkah-langkah pencegahan dan proteksi seperti menjalankan pemindaian malware pada perangkat, mengganti kata sandi yang terindikasi bocor, serta berhati-hati terhadap aktivitas mencurigakan sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko kebocoran lebih lanjut.

Kawasan Asia Pasifik dengan pertumbuhan pesatnya di dunia game, memiliki pangsa pasar gamer lebih dari separuh pemain dunia, menjadikannya wilayah yang sangat strategis sekaligus rawan terhadap ancaman siber. Kombinasi tingginya adopsi mobile, penetrasi digital, dan permintaan dari generasi muda memperbesar potensi risiko keamanan dalam ekosistem game yang terus berkembang.